Pembentuk Rasa Khas Kuliner Suroboyo, Patokannya Petis Harus Enak!

oleh
LEGENDARIS: Bumbu rujak cingur diulek pada cobek besar yang usianya lebih dari 76 tahun. Hendri Sudikto, generasi keempat pemilik Rujak Cingur Genteng Durasim. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Begitu juga bumbu. Kata Hasim, bumbu kuah dibuat dengan diulek pada cobek. Cara itu dipertahankan sejak orang tuanya berjualan keliling pada 1956 silam. Menggunakan cobek berdiameter 50 sentimeter, Hasim menyiapkan bumbu sehari sebelum jualan. Pembuatan lentho juga unik. Kacang tolo yang sudah direndam semalaman ditumbuk pakai lumpang. “Diberi tepung singkong, lalu digoreng,” ucap Hasim.

Menikmati lontong balap makin lengkap dengan tambahan sate kerang. Kerang yang sudah dibumbui itu diberi kecap dan bawang goreng. “Taoge krenyes, kuah gurih, lentho, ditambah sate kerang, wuenak,” kata Yatno yang jadi pelanggan sejak 1980-an. (jawapos.com)