Pengetatan Keluar Masuk Wilayah Efektif Menekan Kasus Covid-19

oleh
PENGECEKAN: Dengan berlakunya SE Gubernur Kalteng yang baru, maka masuk Kalteng harus menyertakan Surat Bebas Covid berupa tes Antigen atau RT-PCR. Mei lalu, petugas memeriksa dokumen pengendara yang melintasi pos penyekatan Km 12,5 Anjir Serapat, Kecamatan Kapuas. (POLSEK UNTUK KALTENG POS)

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kalteng Erlin Hardi. Ia menyebut bahwa ada peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bumi Tambun Bungai usai libur lebaran beberapa waktu lalu.

“Namun peningkatan itu tidak signifikan jika dibandingkan dengan data sebelumnya. Sejak bulan Mei sampai Juni 2021, ada sekitar 200 kasus lebih,” katanya kepada Kalteng Pos, Kamis (10/6).

Disampaikan Erlin bahwa semua pintu masuk Kalteng menjadi perhatian satgas Covid-19 provinsi.

“Perkembangan terakhir, kasus terkonfirmasi ada di Palangka Raya, Kotim, dan Kobar. Meski demikian, semua daerah akan menjadi perhatian kami,” tegasnya.

Ditambahkan Erlin, kasus konfirmasi tidak menjadikan suatu daerah yang pandeminya membahayakan. Karena kasus  konfirmasi mencakup tiga hal, yaitu sembuh, meninggal, dan dalam perawatan. Posisi pasien yang sembuh pun banyak, sehingga angka terkonfirmasi juga agak tinggi. Hal itu menandakan bahwa pelaksanaan tracking selama ini sudah berjalan.

Baca Juga:  Dorong Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Sebagai upaya penguatan, pihaknya terus menyarankan kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan serta bersedia mengikuti program vaksinasi.

“Tiap kabupaten/kota diminta terus memaksimalkan sosialisasi penerapan prokes maupun program vaksinasi. Juga soal penerapan aturan di tempat umum, pembatasan jam malam, dan lainnya,” ungkapnya.

Walaupun tingkat pencapaian vaksinasi untuk lansia sejauh ini belum maksimal, tapi secara nasional Kalteng berada di peringkat 8. Capaian itu harus terus ditingkatkan.

“Makanya gubernur sangat tekankan soal vaksinasi, beliau turun langsung memantau pelaksanaan vaksinasi bersama unsur forkopimda seperti danrem, kapolda, dan lainnya. Vaksinasi ini penting demi terbentuknya kekebalan kelompok dan memutus persebaran virus,” tutupnya. (abw/nue/ce/ala)