Jalur Kasongan Normal Kembali

oleh
oleh
DENAR/KALTENG POS NORMAL LAGI: Gorong-gorong di jalan trans Katingan-Kereng Pangi Km 14 sudah bisa dilalui setelah banjir berangsur surut, Jumat (10/9). Meski demikian, petugas masih menerapkan sistem buka tutup untuk kendaraan yang melintas.

Ada laporan yang diterima bahwa Kabupaten Murung Raya dan Barito Utara juga dilanda banjir, yakni di Kecamatan Lahei dan Kecamatan Permata Intan. Sebanyak 3.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak.Hari Minggu akan disalurkan bantuan ketiga untuk wilayah DAS Barito sesuai komitmen pemerintah provinsi untuk melayani semua masyarakat tanpa terkecuali.Orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai ini menjelaskan, bencana banjir tahun ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. Hampir 50 tahun tidak pernah terjadi banjir dengan genangan air seperti yang terjadi kali ini. “Namun dalam kondisi apapun, kita harus selalu bersyukur. Apapun agama yang kita anut, karena bersyukur itu sangat nikmat. Dapat rezeki selaku bersyukur. Dapat musibah juga harus bersyukur. Dapat rahmat juga harus bersyukur. Sebab dengan bersyukur juga akan bertambah rezeki dan tidak akan berkurang,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kondisi pascabanjir, pemprov menyediakan bantuan tenaga kesehatan dan lainnya,agar masyarakat dapat ditangani secara baik.Meskipun pada sejumlah wilayah genangan air mulai surut, tapi banjir susulan di wilayah Kabupaten Katingan masih belum berakhir. Setelah merendam wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Kota Kasongan, sekarang banjir menuju wilayah Kecamatan Tasik Payawan dan Kecamatan Kamipang. Akibat serangan banjir besar ini, aktivitas masyarakat di dua kecamatan bagian hilir Katingan itu lumpuh total. “Di Kecamatan Tasik Payawan ada delapan desa dan di Kamipang ada sembilan desa. Semua terendam. Ditambah lagi satu desa di Kecamatan Mendawai, yakni Desa Tumbang Bulan. Rupanya banjir juga sampai ke wilayah Kecamatan Mendawai,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Katingan Roby kepada Kalteng Pos, Jumat (10/9).

Yang mengkhawatirkan karena hampir tidak ada dataran tinggi di wilayah hilir Kabupaten Katingan itu. Untuk sementara ini rata-rata warga hanya bertahan di rumah masing-masing. Terutama di sejumlah desa wilayah Kecamatan Tasik Payawan. Untuk bisa bertahan, warga terpaksa membuat tempat panggung yang lebih tinggi. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, tim dari kabupaten dibantu relawan dari Kalimantan Selatan terus bergerak menggunakan perahu untuk mengantarkan makanan siap saji kepada masyarakat.”Total makanan yang kami antar sedikitnya 1.200 nasi bungkus. Itu untuk warga di Desa Luwuk Kiri, Desa Luwuk Kanan, Desa Tewang Tampang, dan beberapa tempat lainnya,” kata Roby.T

Baca Juga:  Laporkan Ayah Kandung Sebagai Terduga Bandar Besar Narkoba, Seorang Pemuda Dianiaya dan Diancam Dibunuh

Terkait penyakit yang menyerang warga akibat bencana ini, menurutnya, tidak ada yang sampai diopname. Sebab serangan penyakit yang terjadi masih tergolong ringan, seperti gatal-gatal, batuk, pilek, dan demam. “Tim kesehatan sampai saat ini terus bergerak ke permukimam warga, dibantu tim dokter relawan dari Kalimantan Selatan,” bebernya.Mengenai kondisi bencana banjir di Kecamatan Pulau Malan, Tewang Sangalang Garing, hingga Katingan Hilir, kemarin sore genangan air berangsur turun, walaupun masih ada beberapa titik yang belum. “Seperti di Katingan Hilir, Kota Kasongan penurunan air cukup signifikan. Ada sekitar 30-60 sentimeter penurunannya, tapi di sejumlah ruas jalan masih terendam air,” jelasnya.

Aktivitas warga Kota Kasongan perlahan normal kembali meski belum sepenuhnya.”Kami pastikan di wilayah Katingan Hilir ini air akan terus turun,” tuturnya.Terpisah, Bupati Katingan Sakariyas mengaku telah meninjau kondisi banjir di kecamatan yang barada di wilayah hilir seperti Kecamatan Tewang Sangalang Garing, dan Pulau Malan. Bupati ingin melihat langsung kondisi pasca banjir di dua kecamatan itu. “Kita bersyukur bahwa di dua kecamatan itu air sudah surut,” ungkap Sakariyas kepada wartawan.