Pemilik Keramba Sempat Jambak Rambut Manusia Hanyut

oleh
oleh
PENCARIAN: Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Kahayan, beberapa hari lalu. Foto Denar Kalteng Pos

Diberitakan sebelumnya, pencarian AKBP (Purn) Yunita Sandi di perairan Sungai Kahayan akhirnya dihentikan pada Sabtu (7/5). Selama tujuh hari menyisir mulai dari daratan, dan perairan tak kunjung membuahkan hasil.

Tim SAR mulai dari kepolisian, BPBD, Basarnas dan relawan ERP sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan purnawirawan polisi yang diduga tenggelam itu.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani usai memimpin apel penutupan proses pencarian mengatakan, langkah ini diambil sesuai protap. Yakni tujuh hari setelah dinyatakan hilang. Meskipun pencarian oleh tim gabungan ini dihentikan,  Emi mengatakan bahwa setiap instansi yang terlibat dalam proses pencarian ini  tetap melanjutkan pencarian secara mandiri melalui tahapan melakukan berbagai pemantauan berdasarkan informasi dari masyarakat. 

Baca Juga:  Berpelukan di Tengah Api: Kisah Sri Wahyuni, Syuhada Blitar di Tragedi Kebakaran Hong Kong

“Apabila nanti ada temuan ini terbaru, tim akan turun kembali dan melakukan proses evakuasi,”kata Emi Sabtu (7/5) siang.

Emi juga mengatakan bahwa dari berbagai alat bukti yang ada saat ini ,belum ada titik terang dimana  keberadaan Yunita. Bahkan dikatakannya, berdasarkan rekaman CCTV sendiri yang dikabarkan sebelumnya ada, pihak kepolisian sendiri belum bisa menyimpulkan. Apakah terjun ke sungai atau tidak.

“Dari CCTV sendiri, dari pihak kepolisian belum bisa memberikan kesimpulan, Karena yang dilihat itu beliau itu (Yunita, red) jalan mondar mandir saja di Jembatan Kahayan itu sendiri,” terang Emi menerangkan isi rekaman CCTV tersebut.(ena/ram)