Ratusan Hektare Sawah di Enam Kecamatan Diserang

oleh
oleh
Tanaman padi di lahan food estate Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulpis. Foto: dok kalteng pos

Namun, Distan Kapuas tidak memberi jawaban ketika ditanya apakah area yang terdampak pen­yakit tungro ini masuk kawasan food estate. Pihak distan tidak mau menjabarkan dan terkesan cend­erung tidak mau berkomentar. Namun, mereka mengakui bahwa penyebaran penyakit tungro ini sudah terjadi di enam kecamatan.

Wabah tungro yang menyerang tanaman padi di wilayah Kapuas juga mendapat perhatian dari Ang­gota DPRD Kalteng Daerah Pemili­han (Dapil) Kalteng V (meliputi Ka­puas dan Pulang Pisau) H Muhajirin.

Menurutnya, walaupun program food estate merupakan program na­sional yang digagas pemerintah pusat, tapi pelaksananya adalah petani di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

“Karena tanaman padi ini dis­erang wabah tungro, maka kita tidak perlu melihat ini program siapa, ka­rena yang jadi korban adalah rakyat, harus ada tanggung jawab bersama antara pemerintah provinsi dan ka­bupaten/kota di Kalteng, terutama dinas pertanian sebagai leading sector-nya,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, politikus Partai Demokrat Kalteng ini ber­harap agar pemerintah segera menurunkan tim untuk memas­tikan kondisi yang terjadi di lap­angan, sehingga bisa melakukan penanganan sedini mungkin.

Baca Juga:  Mau Mudik? Buruan! Ada Diskon 30 Persen Tiket Kapal Laut

“Kami harapankan agar perse­baran hama ini tidak meluas. Jadi ha­rus ada penanganan cepat, supaya masyarakat khususnya petani tidak mengalami kerugian,” harapnya.

Anggota DPRD Kalteng lainnya, dr Niksen S Bahat juga menambah­kan, untuk mengatasi wabah tungro ini, Pemkab Kapuas melalui dinas pertanian harus bertindak cepat untuk penanganannya. Koordinasi dan kerja sama dengan Balai Per­lindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalteng harus dilakukan, agar bisa bersama-sama menanggulangi wabah ini.

“Mesti ada jaminan terkait keter­sediaan pestisida dan pengadaan bibit tanaman padi untuk penan­aman kembali di lahan yang rusak karena wabah ini,” tegasnya.

Perlu ada kerja sama Pemerin­tah Kabupaten Kapuas dan Pem­prov Kalteng dalam mengatasi persoalan ini, sehingga wabah tidak menyebar ke daerah lainnya. Apalagi Kabupaten Kapuas ter­masuk dalam wilayah pengemban­gan food estate. (alh/nue/ce/ala)