Sementara itu, dihubungi Kalteng Pos dari Palangka Raya, Humas Kafilah Kalteng H Rahmat Fauzi mengatakan, pada pawai taaruf yang dilaksanakan sehari sebelum pembukaan MTQN, Kalteng berhasil meraih juara pertama, disusul Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Banten. “Pawai taaruf, kafilah Kalteng juara satu, juara dua dari Jabar, lalu menyusul Banten,” katanya kepada Kalteng Pos.
Rahmat menyebut, pada pelaksanaan pawai taaruf ini, kafilah Kalteng mengusung tema Semangat Isen Mulang Menuju Kalteng Berkah, dengan judul pawai taaruf Banama Tingang.
“Banama berarti perahu dan tingang adalah nama burung simbol masyarakat suku Dayak, sebuah tanah yang penuh kesuburan dan kesejahteraan yang menjamin hidup sejahtera lahir dan batin dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
Moto Kalteng adalah Isen Mulang yang punya arti pantang menyerah. Di atas banama tingang terdapat rumah betang yang melambangkan kekeluargaan, kebersamaan tanpa membedakan suku, ras dan agama, hidup penuh toleransi, harmoni, rukun, dan saling menghormati satu sama lain.
Banama tingang Kalteng Berkah berpenumpang 13 kabupaten dan 1 kota, dinakhodai Gubernur H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur H Edy Pratowo, yang selalu mengedepankan dan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, kearifan lokal, serta semangat pantang menyerah untuk membawa masyarakat Kalteng menuju bumi penuh keberkahan yakni baldatun thayyibatun wa rabbun Ghofur di bawah ridho Allah Swt.
Pada MTQN tahun ini, perlombaan berbagai cabang dimulai Kamis (13/10) dan diikuti peserta dari provinsi-provinsi se-Indonesia. Kalteng mengirimkan para kafilah untuk mengikuti delapan cabang lomba. Yakni cabang seni baca Al-Qur’an, cabang qiraat Al-Qur’an, cabang hafalan dan tafsir Al-Qur’an, cabang kaligrafi Al-Qur’an, cabang syarhil Al-Qur’an, cabang fahmil Al-Qur’an, dan cabang karya tulis ilmiah Al-Qur’an.
“Untuk saat ini masih belum ada informasi cabang mana saja yang meraih juara, karena kegiatan masih berlangsung dan masih hari pertama pelaksanaan,” pungkasnya. (abw/ce/ram/ko)







