Terkait upaya pihaknya, Falery mengatakan, petugas BPBD di tiap kabupaten/kota telah dalam posisi siaga untuk upaya penanggulangan, seperti penyediaan lokasi evakuasi. “Petugas kami di tiap kabupaten sudah ready semua, kami berkoordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan dinas kesehatan sehingga sarana dan peralatan pun sudah disiagakan semua, termasuk tenda-tenda dan dapur umum,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dengan keadaan atau kemungkinan terjadinya banjir susulan. “tetap waspada, perhatikan ramalan cuaca dan peringatan-peringatan dini, jika butuh evakuasi, segera hubungi petugas terdekat, kami selalu siaga di tiap kabupaten,” tandasnya.
Prakirawan Kantor BMKG Kota Palangka Raya Alfandy mengatakan, dalam tiga hari hingga seminggu ke depan, wilayah Kalteng masih berpotensi turun hujan, khususnya daerah-daerah yang berdasarkan data BPBD Provinsi Kalteng telah direndam banjir.
“Terutama untuk wilayah Kalteng bagian barat seperti Lamandau, Sukamara, Kobar, juga Kalteng bagian utara seperti Katingan, Gumas bagian utara, dan Kotim, kemungkinan masih turun hujan dengan intensitas sedang,” bebernya kepada Kalteng Pos, Minggu (16/10).
Terkait kondisi ibu kota provinsi, yang mana satu kelurahan dan satu kecamatan sudah tergenang banjir, diakuinya bahwa dalam satu minggu terakhir turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada, karena Kota Palangka Raya berada di wilayah aliran sungai dan sering mendapatkan banjir kiriman dari wilayah hulu. (bah/dan/son/lan/ce/ala/ko)







