Ia kembali menuturkan aksi tersebut juga banyak ditunggangi oknum-oknum masyarkat yang bukan berasal dari 7 desa yang ada di wilayah Ring 1 Tambang PT IMK. “Informasi yang saya dapat dari sana kebanyakan oknum warga dari luar daerah,” tuturnya lagi.
Sementara otoritas keamanan hingga saat ini belum dapat di konfirmasi atas video yang beredar tersebut, namun dari visualisasi yang dapat diamati petugas keamanan dari kepolisian setempat berupaya menghalau massa yang memaksa memasuki areal tambang milik PT IMK menggunakan tembakan Gas Air Mata.
Sementara itu, hingga malam kemarin (1/11), Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro melalui Kasubbidpenmas AKBP Muryanto kepada palangkaekspres, masih belum dapat membeberkan secara langsung kondisi di lokasi.
Namun, ia membenarkan bahwa Wakapolda Kalteng Irjen Pol Ida Oetari Poernamasasi, turun ke lokasi untuk meninjau perkembangan situasi di PT. IMK.
“Iya, beliau (Irjen Ida Oetari) berada disana. Mungkin lebih jelasnya ke jajaran Polres,” katanya. (palangkaekspres.co)