kaltengonline.com – Beberapa waktu lalu Wali Kota Pangka Raya, Fairid Naparin menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalteng tahun 2022, yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo. Dari Rakor tersebut, menurut Fairid Naparin Industri Kecil Menengah (IKM) memang sangat perlu untuk penanggulangan kemiskinan terlebih lagi menekan angka pengangguran di Kota Palangka Raya.
Menurut Fairid, untuk menurunkan kemiskinan memang dibutuhkan komitmen bersama dan kerja keras antarpihak dengan menyinkronkan program pusat ke daerah. Sinergi sektor pembangunan hingga percepatan penyerapan dana pembangunan. Terlebih lagi terciptanya lapangan kerja baru untuk menekan angka pengangguran dan pembangunan IKM untuk mencetak wirausaha baru.
“Bila sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, swasta dan masyarakat dan didukung dengan Sumber daya alam yang melimpah, tentunya hal itu bisa terwujud, apalagi SDM itu bisa menciptakan IKM yang unggul sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ucap Fairid.
Menjawab hal itu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas DPUKUKMP, beberapa waktu lalu mengadakan pelatihan untuk IKM berbahan dasar Purun atau tumbuhan yang banyak hidup di Kota Palangka Raya ini. Apalagi pascanaik nya harga BBM turut menyumbang inȀ asi cukup di Kota Pangka Raya. Melalui pelatihan ini ikut mendorong pelaku IKM dapat terus maju untuk mengembangkan usahanya.
“Pelatihan yang dilakukan oleh DPKUKMP adalah terobosan oleh Pemko sendiri, kita ingin para IKM tangguh kita bisa lebih mengembangkan potensi yang berdaya saing, untuk menjawab permasalahan ekonomi saat ini, apalagi saat Kalteng terdampak InȀ asi,” lanjut Fairid.
Dengan adanya pelatihan bagi Industri IKM, selain lebih meningkatkan mengenalkan produk unggulan, apabila IKM tersebut mempunyai daya saing dan meningkat, tidak menutup kemungkinan akan menjadi lapangan kerja baru di Kota Palangka Raya.
“Kita berkeinginan menjadikan IKM kita kuat di tengah Inflasi, apalagi bisa menjadikan lapangan kerja baru tentunya akan menekan angka pengangguran tinggi,” harapnya. (ena/ans/ko)







