Rp150 Miliar untuk Pertanian dan Peternakan

oleh
oleh
H Sugianto Sabran Gubernur Kalteng

“Pangan ini sangat dibutuhkan dunia. Kita harus menyiapkan kuda-kuda untuk mandiri di bidang pangan”

kaltengonline.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng serius dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan mandiri dan bermartabat di Bumi Tambun Bungai ini. Pasalnya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran telah menggelontorkan dana Rp150 miliar untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan pada 2022 lalu.

Gubernur menyebut, anggaran itu sebagai upaya agar Kalteng dapat mandiri pangan.

Lantaran, ada ancaman resesi yang harus diantisipasi.”Pangan ini sangat dibutuhkan dunia. Kita harus menyiapkan kuda-kuda untuk mandiri di bidang pangan,” katanya.

Gubernur Kalteng dua periode ini juga mengatakan dalam waktu dekat Pemprov Kalteng akan segera melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rice miling unit (RMU), untuk memaksimalkan pengolahan gabah padi hasil food estate menjadi beras.

“Nanti di bulan Februari 2023, pembangunan RMU sudah mulai berjalan. Jika sudah selesai, gabah padi dari Kalteng tidak lagi dijual dan diolah di Kalimantan Selatan, sehingga kita tidak perlu takut kekurangan ataupun terjadi kenaikan harga beras yang terlalu tinggi,” tuturnya.

Baca Juga:  Leonard S. Ampung Tegaskan Penilaian Berkala Kinerja Kepala PD di Lingkungan Pemprov Kalteng

Selanjutnya, Pemprov Kalteng juga akan membangun kandang ayam modern dengan sistem close house dan pabrik pakan ternak, untuk memenuhi kebutuhan stok ayam pedaging di wilayah Bumi Tambun Bungai ini.

“Pengembangan budidaya ayam skala besar tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan Kalteng sebagai daerah mandiri pangan dan upaya jangka panjang penanganan inflasi daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, guna mewujudkan ketahanan pangan di Kalteng, perlu peran aktif seluruh komponen, termasuk masyarakat. Untuk itu, gubernur mengajak masyarakat membangun ketahanan pangan mulai tingkat terkecil yaitu keluarga.

Gubernur mengajak seluruh pihak khususnya para tokoh seperti damang, Babinsa, Babinkamtibmas, kepala desa dan tokoh lainnya menjadi penggerak inovasi gerakan bertanam. Para tokoh bisa mensosialisasikan gerakan menanam kepada masyarakat untuk menumbuhkan pola pikir ketahanan pangan di tingkat keluarga.

“Inflasi mengajarkan kepada kita pentingnya ketahanan pangan, tidak hanya bagi daerah tapi juga bagi keluarga. Kita perlu mempersiapkan agar ke depan pangan dapat lebih kuat dan kokoh,” tandasnya. (dan/abw/ko)