Pentingnya Revitalisasi Posyandu

oleh
oleh
Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran Ketua TP-PKK Kalteng

“Apabila kegiatan posyandu terselenggara dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak”

Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran Ketua TP-PKK Kalteng

PALANGKA RAYA-Pos pelayanan terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan oleh dan untuk masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, guna mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalteng Yulistra Ivo Azhari Sugianto Sabran mengatakan, posyandu sangat penting agar bisa menghasilkan ibu yang sehat, anak yang cerdas dan keluarga sejahtera. Posyandu memiliki banyak manfaat untuk masyarakat. (lihat tabel).

“Jumlah posyandu se-Kalteng sebanyak 2.723 unit, posyandu yang aktif 1.964 unit atau 72,12 persen dan posyandu yang belum aktif 759 unit,” kata Ivo.

Untuk itu, perlu dilakukan revitalisasi posyandu guna meningkatkan fungsi dan kinerja posyandu, agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan. Selain itu agar status gizi maupun derajat kesehatan ibu dan anak dapat dipertahankan atau ditingkatkan.

Baca Juga:  Kalteng Mantap Jadi Lumbung Pangan Nasional, Pemprov Perkuat Produksi dan Lindungi Lahan Sawah

“TP PKK Kalteng sudah melakukan berbagai upaya dalam rangka revitalisasi posyandu serta penurunan dan pencegahan stunting pada tahun 2020-2022,” jelas istri Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran ini.

Ivo berharap semua anggota pokjanal di provinsi dan kabupaten/ kota dapat berperan aktif membina posyandu di wilayahnya masingmasing.

“Di tingkat provinsi, Kepala perangkat daerah (PD) Pemprov akan menjadi orang tua asuh bagi posyandu yang belum aktif yang tersebar di Kalteng,” tegasnya.

Menurut Ivo, keberhasilan pengelolaan posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain itu diperlukan adanya kerja sama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya termasuk kader. “Apabila kegiatan posyandu terselenggara dengan baik, maka akan memberikan kontribusi yang besar dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak,” pungkasnya. (mmc/abw/ko)