Keberadaan Guru dan Nakes Menjadi Sorotan

oleh
oleh

KASONGAN–Pada Musrenbang RKPD tahun 2024 tingkat kecamatan, ada banyak informasi yang disampaikan dalam forum tersebut. Diantaranya terkait keberadaan guru dan tenaga kesehatan (nakes), yang kini terus menjadi sorotan. Termasuk dari anggota DPRD Kabupaten Katingan yang ikut serta dalam musrenbang tersebut.

“Kebetulan kemarin saya ikut di Kecamatan Marikit, Katingan Hulu, dan Bukit Raya. Keluhan mereka masalah tenaga guru dan tenaga kesehatan, di samping yang lain,” kata Wakil Ketua I DPRD Katingan Nanang Suriansyah kepada wartawan di Kantor DPRD Katingan, Jumat (17/2).

Menurut Nanang, informasi yang mereka dapat, banyak guru maupun tenaga kesehatan tidak terisi pada sejumlah desa di tiga kecamatan itu. “Ada beberapa desa mengeluhkan karena tidak ada tenaga medis, juga tenaga guru.

Begitu juga masalah infrastruktur disampaikan dalam forum musrenbang.

Terutama di Desa Tumbang Kajamei. Kondisi infrastruktur di sana sangat parah,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai ketua DPD Partai Golkar Katingan ini.

Sementara terkait guru dan tenaga kesehatan, Nanang mempertanyakan dalam musrenbang tersebut. Sebab selama ini ada banyak pengangkatan untuk tenaga THL di Katingan. Tetapi tidak diperhitungkan untuk kebutuhan tenaga di pedesaan. “Bayangkan sampai ada desa yang tidak ada tenaga medisnya. Termasuk tenaga guru. Jika penyebabnya saya tidak tahu apa. Karena secara teknis, itu yang tahu adalah Pemerintah Kabupaten Katingan,” akuinya.

Sebagai wakil rakyat, Nanang berharap, hal ini bisa mendapatkan perhatian dari Pemkab Katingan.

Bahkan untuk menindaklanjuti informasi yang didapatkan tersebut, mereka berencana menjadwalkan pertemuan dengan Dinas Kesehatan maupun Dinas Pendidikan.

“Sebab ini masalah yang kita anggap penting. Karena masalah kesehatan dan pendidikan inikan menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” tandasnya. (eri/ens/ko)