Kembangkan Strategi dan Pengetahuan Damkar melalui Diklat

oleh
oleh
HADIRI: Wakil Bupati Kabupaten Kotim Irawati saat menghadiri diklat in house training petugas Disdamkarmat, Selasa (14/3).

SAMPIT-Sebanyak 44 personil petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menghadiri pembukaan diklat. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Islamic Center, Selasa (14/3).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan serta strategi dalam menghadapi kebakaran untuk para tim Disdamkarmat.

Wakil Bupati Kotim, Irawati saat membuka acara tersebut mengatakan kegiatan tersebut perlu dilakukan, mengingat kebakaran bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Selain itu, tantangan yang dihadapi oleh para petugas juga semakin berat. Untuk itu, perlu diadakan pelatihan rutin untuk menambah dan memperbaharui kemampuan para petugas pemadam kebakaran agar dapat bekerja dengan baik.

“Pelatihan ini perlu diadakan untuk meningkatkan kemampuan para petugas pemadam kebakaran.

Karena pekerjaan mereka ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” kata Irawati Dirinya juga mengatakan, petugas pemadam kebakaran sudah seharusnya memiliki kemampuan serta bekal dalam bertugas, Mereka harus mempunyai kemampuan bagaimana cara mencegah serta menanggulangi, kalau terjadi bencana kebakaran di suatu wilayah.

Baca Juga:  Pemkab Kotim Siapkan Rp400 Juta Tangani Jembatan Patah Sei Mentawa

Untuk itu, dirinya mengapresiasi diadakannya kegiatan tersebut.

Karena para petugas akan kembali dilatih dalam tugas mereka.

“Sudah seharusnya para petugas ini ditambah pengetahuannya.

Sehingga mereka bisa bertugas dengan baik dan tidak kaget kalau ada tantangan baru saat bertugas,”ucap Irawati.

Ia juga mengatakan, pekerjaan sebagai seorang penjinak api memerlukan tingkat profesionalitas yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan tugas yang mereka emban, karena didalamnya terdapat misi sosial dan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa serta harta benda milik masyarakat. Selain itu, mereka juga harus mempunyai tingkat kesabaran dan ketekunan serta kedisiplinan yang tinggi.

Sehingga bisa bersikap responsif kepada masyarakat.

“Pemadam kebakaran ini tugas mulia. Makanya para petugas ini harus bangga dan profesional dalam bertugas karena menyangkut jiwa raga orang banyak,” ujar Irawati.

Dirinya juga menambahkan, diklat tersebut akan menjadi tolak ukur kinerja dan kemampuan para petugas pemadam kebakaran.

Sehingga dirinya berharap melalui diklat tersebut mereka dapat meningkatkan efektifitas dalam menjalankan tugas mereka. (bah/ans/ko)