Tarif Angkutan Udara Penyumbang Inflasi

oleh
oleh

PALANGKA RAYA-Tarif angkutan udara menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalteng. Tak bisa dimungkiri modal transportasi udara turut andil dalam menyumbang inflasi, karena permintaan tiket pesawat yang cenderung meningkat. Apalagi mendekati hari raya Idulfitri. Untuk itu perlu peran pemerintah untuk mencegah kenaikan inflasi dari sektor ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng H Nuryakin mengatakan, berdasarkan hasil rapat evaluasi bersama Kemendagri, Provinsi Kalteng termasuk dalam 10 daerah tertinggi inflasi se-Indonesia.

Dari sebelumnya peringkat 16, kini Kalteng berada di peringkat 10. Kendati menurun, penyumbang inflasi di Kalteng saat ini masih didominasi faktor eksternal.

Salah satunya adalah tiket pesawat. “Memang inflasi kita turun dari 5,07 menjadi 4,97, tetapi andil tertinggi penyumbang inflasi ini adalah angkutan udara, ini bersifat eksternal, tapi ini memang tren menjelang hari besar keagamaan, inilah yang membuat TPID dan satgas pangan terus berupaya,” beber Nuryakin saat menghadiri rapat evaluasi atas hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait infl asi bulan Maret 2023 di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (5/4).

Nuryakin menilai perlu ada upaya dari perangkat daerah terkait, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng untuk menyelesaikan masalah ini. Sebab, salah satu penyumbang infl asi terbesar di Kalteng adalah tarif angkutan udara.

“Kalau penyumbang inflasi itu berada dalam ranah tugas internal kita, maka mari kita lakukan intervensi, tapi kalau berada di luar ranah tugas kita alias eksternal, lantas apa upaya kita, nanti hubungi dinas perhubungan, karena penyumbang inflasi terbesar ada di tarif angkutan udara, minta upaya dan langkah dari mereka untuk mengatasi itu,” tandas Nuryakin seraya memerintahkan pegawai terkait untuk menghubungi dinas perhubungan.

Baca Juga:  Wahyudie F Dirun Kembali Pimpin PWNU Kalteng

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan (Kalan) Bank Indonesia (BI) Kalteng Taufik Saleh mengatakan, berdasarkan rilis BPS, angka infl asi bulan Maret lebih tinggi dibandingkan Februari. Ia juga membenarkan bahwa salah satu penyumbang inflasi di Kalteng adalah kenaikan tarif jasa transportasi udara.

“Benar kata Pak Sekda, inflasi di Kalteng disumbang banyak karena faktor eksternal, kalau dari sisi internalnya seperti penyediaan bahan pokok dan lain-lain, saya pikir relatif aman, karena pemprov dan pemkab/pemko gencar melakukan intervensi pasar melalui pasar murah dan pasar penyeimbang,” tuturnya.

Menyikapi hal ini, Kadishub Kalteng Yulindra Dedy menyebut bahwa kenaikan harga tiket pesawat merupakan wewenang pusat. Pada Desember 2022 lalu, dalam rapat inflasi yang dipimpin Mendagri RI Tito Karnavian, sudah jelas disampaikan bahwa terkait tiket pesawat, kewenangannya berada di instansi pusat.

“Daerah sifatnya given. Kenaikan harag tiket ini diakibatkan harga avtur yang naik dan keterbatasan armada yang dimiliki maskapai. Kontribusi angkutan udara untuk inflasi daerah sesuai Litbang Kemenhub, bahwa kebijakan Kementerian Perhubungan yang memperbolehkan maskapai meningkatkan tarif tiket pesawat hanya berkontribusi sekitar 0,06 persen hingga 0,1 persen terhadap inflasi,” beber Yulindra kepada Kalteng Pos via pesan WhatsApp, Rabu (5/4).

Meski demikian, lanjut Dedy, pihaknya bersama Angkasa Pura II dan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kemenhub RI akan tetap memantau pergerakan harga tiket pesawat, karena harus memastikan agar kebijakan-kebijakan yang bisa dikendalikan tetap terkendali. (dan/ce/ala/ko)