SAMPIT-Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Hairis Salamad mengatakan semua desa yang ada didaerah ini wajib dialiri listrik, karena hampir semua desa dikabupaten ini rata rata sudah dikelilingi oleh perkebunan kelapa sawit sehingga sangat mudah bagi desa untuk mendapatan Bantuan Tenaga listrik dari perusahaan terdekat tampa harus menunggu dari PLN asalkan regulasi nya jelas secara admintrasi pastinya PBS sendiri tidak akan keberatan untuk membagi listrik nya kepada masyarakat.
“Kami berharap ditahun ini semua desa yang ada di Kabupaten Kotim ini sudah dialiri listrik, dan pemerintah daerah wajib menyiapkan regulasinya serta meningkatkan kordinasi dengan pihak PLN dan seluruh perusahan besar swasta yang ada didaerah ini,” kata Hairis Salamad, Senin (22/5)
Menurutnya saat ini yang jadi pemikiran adalah bagai mana cara mensejahterakan masyarakat terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan, yang masih minim oleh pembangunan karena beragam kendala, seperti infrastruk jalan yang masih berstatus kawasan hutan, sehingga kepala desa yang ingin membangun desanya menggunakan anggaran dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) juga tidak berani melakukannya.
“Hal ini adalah merupakan bagian tugas dari pemerintah daerah untuk mengivetelisir supaya pembangunan di Kabupaten Kotim ini bisa lebih merata tampa ada kendalanya, sehingga masyarakatnya juga bisa sejahtera,” ucap Hairis Salamad
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mengatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan prioritas bagi masyarakat Kabupaten Kotim oleh kerena itu kedepanya pemerintah daerah wajib untuk memerhatikan hal ini jangan hanya fokus diperkotaan saja dengan membangun proyek-proyek besar, tetapi masih ada masyarakat didaerah pedesaan yang belum mendapatkan keadilan dalam pembangunan.
“Kebutuhan listrik dan infrastruktur wajib diperhatikan kedepanya karena itu sudah perupakan kewenangan pemerintah daerah untuk merialisasikannya, kami sebagai wakil rakyat akan terus mendorong pemerintah daerah supaya lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat tersebut.” tutupnya.(bah)







