SAMPIT- Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) H.Bunyamin meminta pemerintah kabupaten melalui intansi terkait untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih, terutama diwilayah selatan karena saat ini masih musim kemarau, kebutuhan air bersih pasti sangat diperlukan oleh masyarakat di wilayah tersebut.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Kotim untuk mengantisipasi terjadinya krisis air bersih, biasanya musim kemarau wilayah selatan kekurangan air bersih, dan juga kebakaran hutan dan lahan, karena sejumlah kemungkinan harus di antisipasi mulai sekarang,” kata Bunyamin, Kamis (25/5).
Dirinya juga meminta pemerintah kabupaten harus memastikan ketersediaan air bersih di daerah selatan agar krisis air bersih tidak terulang lagi. Krisis air bersih sering terjadi di daerah selatan, bahkan terjadi di setiap musim kemarau. Maka dari itu perlu ada solusi berkepanjangan untuk mengatasinya.
“Untuk wilayah selatan perlu diperhatikan, karena ketersediaan air bersih yang layak dipergunakan untuk keperluan minum, memasak dan lain sebagainya, pemenuhan kebutuhan air bersih saat musim kemarau hendaknya jangan hanya mengandalkan pasokan dari Kota Sampit saja, tetapi pemerintah harus mulai membangun tempat produksi air bersih yang tidak jauh dari lokasi tersebut,” ucap Bunyamin
Politisi Partai Amanat Nasional ini juga mengatakan pasokan air bersih dari PDAM Kota Sampit ke wilayah selatan memang menjadi tradisi di setiap musim kemarau, memang itu solusi yang cepat, tetapi tidak kalah pentingnya untuk menekan biaya seminimal mungkin, maka Pemerintah Kabupaten harus mencari solusi jangka panjang dengan membangun sumber air bersih di setiap titik di daerah selatan.
“Selain membangun tempat produksi air bersih, pemerintah daerah juga harus membuat sumber air bersih yang selalu siap, supaya jangan mengandalkan pasokan dari daerah lain, sebab air bersih merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi dan tidak dapat ditunda-tunda. Untuk itu pemerintah daerah harus segera menangani permasalahan yang sering dihadapi masyarakat di wilayah selatan tersebut,” sampai Bunyamin.
Ia juga mengatakan banyak desa yang kerap kali kesulitan air bersih ada di Kecamatan Pulau Hanut karena berada diwilayah seberang, kerena mereka terkendala angkutan sebab armada untuk pengangkutnya terlalu kecil sehingga walaupun ada air bersihnya tetapi kalau tidak ada armada pengangkutnya mereka tidak bisa mendapatkan air bersih.
“Ketika musim kemarau air di sungai maupun sumur bor daerah itu berubah menjadi asin, dan beberapa daerah airnya berubah payau, kalau air tidak ada, bagaimana masyarakat mau hidup, hal ini yang harus diantisipasi karena air bersih merupakan kebutuhan primer tidak bisa ditawar-tawar dan ditunda keperluannya,” tutupnya.(bah)







