Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan

oleh
oleh
RESTOCKING: Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi mendampingi Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin pada acara restocking/ pelepasliaran 50.000 benih ikan di Danau Panjang dan Danau Rigei Kelurahan Tumbanh Tahai Kecamatan Bukit Batu, Rabu (21/6).

PALANGKA RAYA-Dinas Perikanan Kota Palangka Raya melaksanakan restocking/ pelepasliaran ikan di wilayah perairan umum Kota Palangka Raya. Tepatnya di Danau Panjang dan Danau Rigei Kelurahan Tumbanh Tahai Kecamatan Bukit Batu, Rabu (21/6).

Kepala Dinas Perikanan (Kadis Perikanan) Kota Palangka Raya, Ir. Indriarti Ritadewi, M.AB menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka hari jadi ke-58 pemerintahan Kota Palangka Raya dan hari jadi ke-66 Kota Palangka Raya. “Juga bertujuan untuk meningkatkan stok populasi ikan di perairan umum dalam rangka pengelolaan sumber daya perikanan dan peningkatan kesejahteraan nelayan,” terangnya saat mendampingi Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin restocking/ pelepasliaran 50.000 benih ikan di Danau Panjang dan Danau Rigei Kelurahan Tumbanh Tahai Kecamatan Bukit Batu, Rabu (21/6).

Baca Juga:  Fairid Naparin Ajak Masyarakat Manfaatkan Ramadan untuk Introspeksi Diri

“Ini juga untuk melestarikan ekosistem keanekaragaman sumber daya ikan di perairan umum dan guna memenuhi gizi bagi masyarakat,” tambahnya.

Jenis-jenis ikan tersebut dipilih karena populasi yang paling banyak terdapat diwilayah tersebut adalah ikan jelawat, gurame dan gabus.

“Kita restock agar populasi ikan sungainya itu tidak punah dan tetap berkembang biak,” kata Indriarti.

Selanjutnya, ikan yang dilepasliarkan baru akan bisa ditangkap sekitar 8 bulan hingga 1 tahun, menunggu ukurannya layak untuk dikonsumsi.

Dikatakan Indriarti, dirinya berharap, kegiatan yang merupakan wujud keperdulian pemerintah untuk membantu meningkatkan taraf hidup nelayan kecil ini, nantinya agar populasi ikan sungai tetap lestari dan keberadaannya berkelanjutan.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau nelayan di sekitar perairan umum,” ungkapnya. (ko)