PALANGKA RAYA-Menjelang hari besar keagamaan yaitu hari raya Iduladha, Badan Pangan Nasional (Bapanas) meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 342 titik di 301 Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Palangka Raya, Senin (26/6).
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin yang pada saat itu diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Baitul Quran NU Jalan Dr Murjani, ini bertujuan untuk menstabilkan harga pangan dan pasokan menjelang Hari Raya Iduladha.
Sekda dalam sambutannya mengatakan Kota Palangka Raya akan terus meningkatkan upaya untuk ketahanan pangan, karena memang belum punya potensi yang dapat didorong di sektor pertanian.
“Namun, ini bukan tidak mungkin untuk kami bisa mendorong disektor pertanian.
Jadi, kami akan langsung melakukan pemetaan,” ujarnya.
Karena ini agenda dari pusat, lanjut Hera. Kota Palangka Raya juga ikut berpartisipasi dalam pengendalian inflasi daerah dan penguatan ketahanan pangan. “Agar masyarakat juga mempunyai daya beli yang memadai,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak sekali warga yang didominasi oleh ibu-ibu, menyerbu GPM dengan sangat antusias.
Gerakan Pangan Murah ini menjual berbagai kebutuhan seperti beras, bawang merah dan putih, telur, minyak goreng, gula, daging beku dan lain sebagainya dengan harga yang murah dan terjangkau yang disuport oleh Bulog, BUMN dan beberapa distributor.
Di tempat yang sama, salah satu pembeli dari Gerakan Pangan Murah yaitu Nida Aulia menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah. Dengan ini, dapat membantu mengurangi budget perekonomian.
“Karena mendekati hari raya Iduladha. Apalagi sebagai muslim, menyajikan makanan dan menyambut tamu pada saat tersebut merupakan suatu kebanggaan,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Kalteng Pos.
Guru dari SMAS IT Hasanka tersebut juga mengatakan harga dari GPM ini tergolong murah. Karena dirinya juga sudah survei ke toko grosiran. “Perbedaan harga ya mencapai Rp.1000-2000 rupiah,” katanya. (ko)







