Merayakan Iduladha 1444 Hijriah tahun ini, Pemprov Kalteng menggelar salat Iduladha yang dihadiri pegawai dan masyarakat umum di halaman Istana Isen Mulang, Kamis (29/6). Rektor IAIN Palangka Raya Prof Ahmad Dakhoir dipercayakan menjadi imam dan khatib.
WULAN, IRPAN JURAYZ, Palangka Raya
KAMIS pagi (29/6), halaman Istana Isen Mulang dipadati umat Islam yang hendak mengikuti salat Iduladha. Hadir pula Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, Wakil Gubernur H Edy Pratowo, Anggota DPR RI H Agustiar Sabran, Wali Kota Fairid Naparin, Sekda Kalteng Nuryakin, Ketua TP-PKK Kalteng Ivi Sugianto Sabran, jajaran pegawai pemprov dan pemko, serta masyarakat umum.
Wagub Kalteng H Edy Pratowo dalam sambutannya mengatakan, hari raya Iduladha mengajarkan umat Islam nilai-nilai kepatuhan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah Swt, seperti diteladankan Nabi Ibrahim dan putra kesayangannya, Nabi Ismail.
Selain itu, Iduladha juga merupakan momentum untuk memupuk rasa kepedulian terhadap sesama. Yang mampu secara ekonomi diperintahkan untuk berkurban dan daging hewan kurban itu akan dibagikan khususnya kepada yang kurang mampu.
“Semangat pengorbanan dan kepedulian tersebut tentu merupakan keutamaan dalam membangun karakter masyarakat dan bangsa. Tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga kepentingan orang banyak, daerah, dan bangsa. Betapa luhur makna yang terkandung dalam perayaan Iduladha. Selain sebagai wujud mendekatkan diri kepada Allah Swt, tetapi juga untuk mempererat tali persaudaraan dengan sesama,” ucapnya.
Sebagaimana diumumkan Presiden RI pekan lalu, lanjutnya, pemerintah telah resmi mencabut status pandemi Covid-19. Kini Indonesia telah memasuki masa endemi. Tentunya keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan sinergi semua pihak.
“Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen bangsa dan masyarakat Kalimantan Tengah, yang selama ini telah bahu-membahu menghadapi masa-masa sulit pandemi dan tetap menjalin rasa persaudaraan serta keharmonisan dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, dengan berlandaskan falsafah huma betang,” timpalnya.
Bertepatan dengan momen penuh keberkahan Iduladha 1444 Hijriah, Pemprov Kalteng memastikan terus berupaya memajuan daerah ini melalui berbagai pembangunan, seperti sarana prasarana di sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, maupun sektor lainnya.
“Semoga setelah selesainya pembangunan dan penataan infrastruktur seperti Bundaran Burung, Tugu Mahir Mahar, rumah sakit tipe B di Hanau, dan Jembatan Kahayan dapat dimanfaatkan dan dijaga dengan baik, sehingga pembangunan dan penataan yang dilakukan itu bisa menjadi unggulan Kalteng,” harapnya.
Tak hanya itu, pemprov juga mengajak semua elemen masyarakat untuk terus memupuk kebersamaan, kepedulian, toleransi, dan persatuan, sehingga Kalteng selalu aman, tenteram, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Adapun imam dan khatib salat Iduladha kali ini adalah Prof Ahmad Dakhoir. Dalam khotbahnya, ia mengatakan bahwa hari raya Iduladha merupakan hari mulia, karena mengandung dua dimensi kesadaran, yakni dimensi kesadaran bertauhid dan dimensi kesadaran sosial.
“Hari raya Iduladha mengajarkan kepada kita perlunya mendekatkan diri kepada Allah Swt dan perlunya untuk berkorban,” ucapnya.
“Oleh karena itu, pada momen yang mulia ini, mari kita jadikan sebagai titik demarkasi untuk terus berbenah menjadi lebih baik, bekerja lebih keras lagi agar menjadi manusia yang kompetitif dan unggul,” ucap Rektor IAIN Palangka Raya itu.
Sehari sebelumnya, Rabu (28/6), Lapangan Sanaman Mantikei Kota Palangka Raya dipenuhi warga Muhammadiyah yang melaksanakan Salat Iduladha 1444 Hijriah.
“Salat Iduladha merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh umat muslim tiap tahun. Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pengurus pusat Muhammadiyah, penyelenggaraan salat Iduladha tahun ini jatuh pada tanggal 28 Juni,” ucap Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalteng Ahmad Syar’i, Kamis (29/6).
Namun sebagai wujud kebersamaan sesama umat Islam, Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, penyembelihan hewan kurban baru dilaksanakan pada Kamis (29/6). Sehingga euforianya bisa dirasakan umat muslim pada hari yang sama.
“Terkait yang disampaikan khatib dalam khotbah, sebagai umat muslim harus mengimplementasikan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an terkait Iduladha dan kurban,” tuturnya. (ko)







