Kebangkitan Perekonomian Jadi Kado di Hari Kemerdekaan

oleh
oleh
AMANAT: Sekda Kotim Fajrurrahman saat membacakan amanat Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dalam upacara peringatan HUT Ke-78 RI di halaman Setda Kotim, Kamis (17/8).

SAMPIT-Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke- 78 dirayakan dengan upacara pengibaran bendera merah putih di halaman Kantor Setda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kamis (17/8). Upacara tersebut dihadiri oleh perwakilin dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kotim. Dibawah terik matahari pagi, para peserta dengan khidmat mengikuti seluruh rangkaian upacara.

Dalam sambutannya Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kotim, Fajrurrahman, kebangkitan ekonomi menjadi kabar baik sekaligus hadiah di hari kemerdekaan tahun ini. Menurut data, perekonomian di Kalteng tumbuh dari rata-rata nasional di tahun 2022 lalu.

“Ada beberapa amanat yang disampaikan Gubernur Kalteng. Di antaranya kabar baik terkait perekonomian kita yang tumbuh dari rata-rata nasional di tahun 2022,” sampai Fajrurrahman, usai menjadi pembina upacara HUT RI ke- 78.

Fajrurrahman mengatakan, berdasarkan data yang ada dalam sambutan gubernur tersebut, pertumbuhan ekonomi Kelteng di tahun 2022 meningkat sebesar 6,45 persen dari rata-rata nasional yang hanya sebesar 5,31 persen. Selain itu, laju inflasi juga dapat dikendalikan.

Hal itu terbukti dari angka inflasi di bulan Juli tahun ini sebesar 3,19 persen dari tahun ke tahun (year to year).

Baca Juga:  Ekonomi Kotawaringin Timur Ditarget Tumbuh 5,28 Persen, Pemkab Susun Arah Pembangunan RKPD 2027

“Tahun 2022 perekonomian bangkit sebesar 6,45 persen, sedangkan rata-rata nasional angkanya 5,31 persen. Tahun ini meski agak lambat, tapi ekonomi kita masih tumbuh diangka 2,96 persen di triwulan II. Laju inflasi juga sudah bisa kita kendalikan,” kata Fajrurrahman.

Selain kebangkitan ekonomi, isu stunting masih jadi perhatian pemerintah di hari kemerdekaan tahun ini. Hal itu mengingat stunting bukan hanya berdampak pada pertumbuhan anak, akan tetapi juga berkaitan dengan kecerdasan dan kesehatan anak. Terlebih lagi Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2045 di mana ratarata penduduk usia produktif yang berkisar antara umur 15 hingga 64 tahun akan mendominasi sebesar 70 persen. Tentunya hal itu harus dimanfaatkan demi mewujudkan Indonesia emas.

Dalam upacara tersebut, isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut dibahas dan menjadi perhatian. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dampak badai El Nino (pemanasan suhu muka laut, red) mengakibatkan kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih panjang. Sehingga karhutla rentan terjadi.

“Kita harus bersama-sama menghadapi masalah dengan falsafah Huma Betang yang kita miliki. Sehingga kita bisa mengatasinya dengan baik,”- pungkasnya. (ko)