PALANGKA RAYA-Kasus kebakaran lahan di wilayah Palangka Raya makin menjadi. Dalam satu hari, delapan titik lokasi terdeteksi. Mulai dari Jalan Petuk Ketimpun, Jalan Matal, Jalan Badak, Jalan Banteng, Jalan Talawang, kompleks Universitas Palangka Raya, Kelurahan Panarung, hingga Jalan Karya Hapakat.
Kejadian kebakaran lahan di Jalan Karya Hapakat merupakan yang terparah dan paling sulit dipadamkan. Lebih 10 hari titik api belum bisa sepenuhnya dipadamkan.
Perihal tersebut disampaikan Plh BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani saat meninjau langsung kondisi di lokasi kebakaran, Jalan Karya Hapakat 1.
Hingga saat ini, kebakaran lahan di Jalan Karya Hapakat 1 dan 2 serta lahan di Km 15 belum teratasi sepenuhnya. Kepulan asap masih berembus dari dalam lahan yang merupakan tanah gambut itu. “Alhamdulillah, petugas sudah berhasil melakukan pemadaman api, sejauh ini masih terus dilakukan pendinginan, semoga kebakaran yang melanda lahan di Jalan Karya Hapakat 1 dan 2 hari ini sudah tertangani,” ucap Emi, Selasa (22/8).
Luas lahan yang terbakar di Jalan Karya Hapakat mencapai kurang lebih 20 hektare. Upaya pembasahan yang terus dilakukan oleh petugas diharapkan bisa sepenuhnya memadamkan api hingga ke bagian dalam tanah yang merupakan gambut.
Dengan begitu perlahan-lahan kabut asap bisa berkurang. “Sudah satu minggu lebih kami berusaha memadamkan karhutla di Jalan Hapakat, semoga bisa segera selesai,” ucapnya.
Emi menambahkan, kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Karya Hapakat cukup besar. Kurangnya sumber air dan lokasi yang jauh dari jalan utama cukup menghambat kerja petugas pemadaman.
“Memang selama pemadaman kami selalu mengharapkan sumber air dari parit, belum pernah menemukan sumur bor,” bebernya.
Ditanya perihal kendala yang ditemui di lapangan, Emi menuturkan bahwa pihaknya sudah menurunkan banyak personel. Akan tetapi, upaya pemadaman tidak bisa maksimal karena keterbatasan mesin pompa air. “Sedang kami usahakan untuk melengkapi sarana prasarana pemadaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Dal Ops Polresta Palangka Raya Iptu Kartua mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus kebakaran lahan itu dengan mencari tahu asal muasal api melalui keterangan saksi-saksi maupun pemilik lahan.
“Sudah kami tindak lanjuti, sudah kami kirimkan undangan untuk klarifikasi atas kejadian itu, agar bisa mengetahui asal mula api,” beber Kartua.
Sejauh ini sudah ada empat orang yang dipanggil polisi untuk memberikan keterangan. Mengenai ada tidaknya unsur kesengajaan dalam kasus kebakaran lahan tersebut, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. (ko)






