SAMPIT-Suasana Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 sudah mulai terasa. Berbagai Partai Politik (Parpol) pun sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi pesta demokrasi tahun depan.
Pemilu yang kerap kali menjadi ajang adu gagasan para pemimpin kerap kali menimbulkan perbedaan kubu di masyarakat. Perpecahan yang sering ditemukan saat Pemilu itu harus diakhiri untuk mewujudkan Pemilu yang damai. Untuk itu, aksi deklarasi Pemilu damai dilakukan oleh segenap unsur yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga tokoh masyarakat bersama-sama mendeklarasikan pemilu damai di aula Tunggal Panaluan Kepolisian Resor (Polres) Kotim, Selasa (5/9).
Acara tersebut bertujuan untuk menyongsong pemilu yang damai, tertib dan aman. Sehingga para pemimpin yang dipilih merupakan pemimpin yang berkualitas yang bisa membawa wilayah yang dipimpin semakin maju.
“Deklarasi damai ini dalam rangka menghadapi Pemilu legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden pada Februari tahun 2024 nanti,” ujar Bupati Kotim, Haikinnor usai mengikuti acara tersebut.
Dirinya mengatakan, peserta yang hadir dalam deklarasi tersebut merupakan perwakilan dari berbagai aspek masyarakat di Kotim. Baik itu pemerintah daerah, TNI, Polri, pemuda, perempuan, parpol hingga masyarakat biasa. Sehingga, deklarasi yang dilaksanakan tidak serta merta diucapkan saja. Akan tetapi dapat diimplementasikan dalam pesta demokrasi mendatang.
“Kita harapkan dengan adanya deklarasi ini, kita bersama-sama bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Sehingga daerah kita baik sebelum maupun pascapemilu dalam kondisi aman, jujur, dan kondusif. Sehingga menghasilkan yang terbaik,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Kotim, AKBP Sarpani mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Kotim tersebut merupakan petunjuk dari pimpinan Polri dalam rangka mewujudkan Pemilu damai. Menurutnya hal itu sangat penting karena merupakan zat nasional. Sehingga harus diwujudkan dengan semangat persatuan Bhineka Tunggal Ika, sehingga kondusi yang aman bisa tercipka. (ko)







