MUARA TEWEH–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara Reza Faisal mengapresiasi pelatihan yang diberikan Lembaga Pengembangan Bisnis Hadaduhup Itah Parajakian (LPB Hatapa) kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) budi daya madu kelulut dari Desa Bintang Ninggi I dan II, Desa Pendreh, dan Kelurahan Jambu di Aula Bintang Ninggi I, Sabtu (2/9) lalu.
Menurut Riza Fasial, kegiatan tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan bagi para pelaku UMKM budi daya madu kelulut di wilayah tersebut. “Kami menyambut positif dan mengapresisasi kegiatan yang diberikan LPB Hatapa. Dengan adanya pelatihan tersebut akan menambah wawasan tentang budi daya kelulut sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan 21 orang UMKM pembudi daya kelulut,” kata Reza, Rabu (13/9).
Pelatihan tersebut dilaksanakan selama dua hari oleh LPB Hatapa. Kegiatan untuk meningkatkan produktivitas budi daya madu kelulut itu dibuka Koordinator LPB Hatapa, Amir dengan maksud untuk membantu para pembudi daya madu kelulut dalam meningkatkan hasil produksinya, yang secara tidak lansung juga meningkatkan perekonomian para UMKM itu sendiri.
Albi, salah satu instruktur memaparkan materi tentang teknis budi daya madu kelulut, dimulai dari materi pengenalan jenis-jenis kelulut yang ada di Kalimantan, keunggulan budi daya kelulut, cara pembuatan sarang kelulut (toping dan stup), cara panen madu yang baik, penentuan lokasi budi daya, pengenalan vegetasi tanaman penunjang makanan kelulut, pengendalian hama penyakit, pengelolaan koloni kelulut, dan produk yang dihasilkan selain madu kelulut seperti polen dan propolis.
Selanjutnya, pada hari kedua, para peserta pelatihan diajak untuk praktik pembuatan sarang tempat kelulut yaitu membuat toping, dan stup untuk tempat telur koloni kelulut. Sedangkan toping berguna untuk cawan madu kelulut). Setelah praktik pembuatan sarang kelulut dilanjutkan kunjungan langsung ke tempat budi daya kelulut peserta pelatihan. Di sana instruktur menjelaskan cara membuka sarang kelulut yang baik dan benar serta menjelaskan ciri-ciri koloni yang kuat dan lemah dilanjutkan dengan penjelasaan cara mengatasi hama kelulut.
“Dengan adanya pelatihan peningkatan produktivitas pembudidaya madu kelulut, harapan kita, UMKM pembudidaya kelulut mengetahui dan memahami teknik budi daya madu kelulut yang meliputi cara pemeliharaan, pemilihan lokasi budi daya dan teknik breeding/memperbanyak (pemecahan koloni), cara mebuat stub dan kotak toping. UMKM pembudi daya kelulut mengetahui cara mengatasi permasalahan produktivitas madu yang rendah,” kata Albi. (ko)







