Pemkab Berikan Bantuan RTLH bagi 30 Warga

oleh
oleh
PEDULI: Bupati Kotim H Halikinnor saat mengunjungi rumah warga yang mendapat bantuan renovasi rumah di Jalan Sarigading Darat, Jumat (15/9).

SAMPIT-Tahun ini Pemerintah Kabupaten Kotim memberikan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada 30 warga yang dianggap layak. Mereka terbagi di Kecamatan Baamang sebanyak 15 penerima dan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sebanyak 15 penerima.

Salah satu yang layak menerima RTLH adalah warga di Jalan Sarigading Darat Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang. Selain bahan baku, upah tukang juga diberikan untuk warga yang dipilih. Sehingga rumah mereka bisa direnovasi tanpa mengeluarkan biaya.

“Saya bertemu langsung dengan masyarakat yang mendapat bantuan perbaikan perumahan. Kita harap rumah warga kita yang tidak layak huni jadi layak huni dengan bantuan ini,” kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) H Halikinnor saat diwawancarai awak media, Jumat (15/9).

Dirinya mengatakan, bantuan bahan bangunan tersebut sudah disiapkan melalui penyuplai. Bahan tersebut akan diberikan satu paket dengan upah pekerja yang mencapai total Rp20 juta untuk satu rumah. Dengan bantuan tersebut diharapkan warga dapat terbantu dengan tempat tinggal yang nyaman.

Baca Juga:  Sampit Siap Sambut Airbus A320 Jelang Lebaran 2026

“Kita berikan bahan bangunan itu dari suplayer. Totalnya kita perkirakan sebesar Rp17,5 juta. Untuk upah tukang sebesar Rp2,5 juta. Jadi satu rumah itu dapat bantuan Rp20 juta,” sampai Halikin.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki bagian atap, lantai dan dinding rumah warga. Bagian itu sengaja dipilih karena merupakan bagian yang krusial dari sebuah rumah. Sehingga menurutnya, jika bagian tersebut dibuat dengan baik, maka rumah yang ditinggali akan menjadi rumah yang aman dan nyaman.

Dia menilai langkah tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada para warga penerima. Mereka diberikan arahan agar bisa memaksimalkan bantuan yang diberikan. Sehingga hasilnya yang maksimal dapat menjadi wadah yang nyaman untuk ditinggali maupun dikunjungi.

“Tujuan kita justru untuk memotivasi agar mengupayakan semaksimal mungkin bantuan yang tidak seberapa ini. Ternyata kalau dimaksimalkan, bisa bagus hasilnya. Seperti di tempat Pak Johan ini rumahnya bagus dan asri sekali,” bebernya. (ko)