PULANG PISAU-Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memberikan atensi terhadap penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau. Upaya penurunan stunting di Kabupaten Pulang Pisau menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pulang Pisau dr Bawa Budi Raharja saat peringatan hari anak nasional tahun 2023 pekan lalu.
Bawa menegaskan, dalam pencegahan stunting harus melibatkan beberapa pihak terkait. “Seperti perangkat daerah dan juga seluruh lapisan masyarakat. Semua harus bersinergi dan bekerja sama sesuai dengan tugas dan pokok fungsi masing-masing,” ucap Bawa.
Dia menjelaskan, dengan adanya kerja sama mulai dari melakukan edukasi dan sosialisasi hingga tindakan terhadap penanganan tentu akan menciptakan upaya maksimal untuk melakukan penanganan maupun pencegahan.
Selain itu, keluarga juga mempunyai peran penting dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak termasuk didalam pra-nikah dengan usia perempuan 19 tahun. Bawa mengungkapkan, terjadinya kasus stunting tidak serta merta secara tiba-tiba.
Melainkan, kata dia, ada proses yang dilalui. “Di antaranya yang bisa dilihat apabila budaya pernikahan terhadap salah satu pasangan perempuan masih dibawah umur yang secara mental belum memiliki kesiapan,” ungkapnya.
Saat ini, kata Bawa, angka stunting berada di atas 24 persen dan pada 2024 mendatang ditargetkan turun menjadi 17 persen. “Semua itu tentunya bukan hal yang mudah. Namun jika semua bisa saling bekerja sama, saya optimistis Kabupaten Pulang Pisau mampu mencapai target penurunan angka stunting,” ucap Bawa.
Bawa juga menegaskan, masalah stunting sangat penting untuk diselesaikan. Sebab, hal ini berpotensi mengganggu pertumbuhan sumber daya manusia dan stunting juga mengancam kesehatan manusia bahkan dapat berujung pada kematian anak. “Untuk itu kita harus bersinergi menurunkan stunting dan menyiapkan generasi yang sehat dan andal,” tandasnya. (ko)







