Festival Palangka Raya sebagai Sarana Melestarikan Budaya

oleh
oleh
Syaufwan Hadi

kaltengonline.com – Pentingnya pelestarian budaya lokal menjadi sorotan utama. Melalui hal tersebut, keberadaan budaya lokal dapat terus diperkuat di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya dijaga oleh kalangan dewasa, tetapi juga oleh kaum muda. Untuk menjaga dan memperkenalkan keberagaman budaya di Kota Palangka Raya, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kota tersebut akan mengadakan Festival Palangka Raya tahun 2024. Festival ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 23 April hingga 25 April 2024, bertempat di bekas halaman Kantor DPRD Kota Palangka Raya.

Rencana kegiatan ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk legislatif Kota Palangka Raya. Salah satu anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, yaitu Syaufwan Hadi, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Baginya, festival ini merupakan kesempatan emas untuk lebih mengenal warisan budaya daerah.

“Saya sangat mendukung terselenggaranya Festival Palangka Raya tahun 2024 sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal di Kota Palangka Raya,” ujarnya Jumat (19/4).

Baca Juga:  DPRD Kota Palangka Raya Dorong Generasi Muda Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Budidaya Cabai

Menurut Syaufwan, kegiatan ini juga dapat menjadi wadah penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda dan anak-anak.

“Kita harus mewariskan budaya lokal kepada generasi penerus. Kita harus menghindari agar budaya lokal tidak hilang ditelan arus perkembangan teknologi saat ini,” tandasnya.

Lebih lanjut, legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menambahkan bahwa festival tersebut dapat memberikan dorongan positif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya yang turut serta dalam acara tersebut. Ia menegaskan kembali pentingnya untuk mewariskan budaya lokal kepada generasi muda, mengingat dampak kemajuan teknologi di era sekarang.

 

“Harapannya, ke depan kegiatan semacam ini dapat dijadikan agenda rutin yang terencana dengan baik. Saya menyarankan agar kegiatan ini melibatkan lebih banyak sekolah dan kaum muda untuk semakin mencintai dan menjaga keberagaman budaya lokal,” tambahnya. (*zia/uni/ko)