Palangka Raya, kaltengonline.com – Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2024 telah berakhir. Berbagai perlombaan digelar selama satu minggu. Kabupaten Barito Utara (Batara) berhasil membawa pulang gelar juara umum setelah mengoleksi 18 medali, terdiri dari 9 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu dari puluhan cabang lomba yang diikuti.
Sebagai juara umum, kontingen Batara berhak menerima piala bergilir dan uang pembinaan sebesar Rp100 juta. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) juga memberikan dana hibah pembangunan sebesar Rp25 miliar.
Pada malam penutupan FBIM 2024, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengutarakan rasa syukur dan terima kasih kepada panitia dan masyarakat Kalteng yang telah mendukung penyelenggaraan FBIM tahun ini.
“Malam yang luar biasa, terima kasih kepada panitia penyelenggara, kepada masyarakat Kalimantan Tengah, dan juga kepada para peserta FBIM tahun 2024,” ucap gubernur saat menyampaikan sambutan pada malam penutupan di hadapan ribuan warga yang hadir di halaman Stadion Tuah Pahoe, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Jumat (24/5) malam.
Gubernur mengatakan, selama enam hari pelaksanaan FBIM dan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2024, masyarakat Kalimantan Tengah dari berbagai kalangan telah menikmati berbagai hiburan, atraksi seni budaya, perlombaan, dan aneka kuliner tradisional.
Para pelaku seni budaya menampilkan karya-karya terbaik untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli dan bangga terhadap nilainilai seni dan budaya lokal. “Oleh sebab itu, eksistensi nilai luhur tradisi dan kearifan lokal harus terus kita jaga di tengah kemajuan zaman dan modernisasi,” tuturnya.
Gubernur menambahkan, FBIM dan FKN 2024 merupakan ajang strategis untuk mempromosikan seni budaya, destinasi wisata, dan kuliner khas Kalimantan Tengah kepada wisatawan lokal maupun mancanegara. Kegiatan tersebut dirangkai dengan kejuaraan balap sepeda dunia UCI MTB, yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
“Selama kegiatan diramaikan oleh banyak peserta dan pengunjung, sehingga berdampak positif terhadap meningkatnya transaksi jual beli, baik pada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun pedagang kaki lima (PKL). Ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia,” ungkapnya.(bud)







