Pihaknya juga menyampaikan hal itu kepada Pemprov Kalteng. “Kami telah menyampaikan kepada pemerintah provinsi melalui Kesbangpol Kalteng bahwa masa kerja pengurus Batamad telah berakhir,” ujarnya.
Yulindra menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada kepengurusan baru Batamad. Apabila ada kelompok-kelompok masyarakat yang saat ini melakukan kegiatan mengatasnamakan Batamad Kalteng, dengan tegas DAD menyatakan bahwa kegiatan tersebut bukan tanggung jawab pihaknya.
“Karena banyak kelompok yang mengatasnamakan Batamad, maka kami sampaikan bahwa kepengurusan Batamad sudah berakhir, sementara kepengurusan baru sedang diproses oleh tim formatur yang sudah dibentuk oleh ketua umum sebagai panglima tertinggi Batamad,” terangnya.
Ketika ditanya media terkait adanya pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Batamad Kalteng pada Sabtu (1/6), secara tegas Dedy menyatakan bahwa DAD Kalteng tidak tahu perihal kegiatan pelantikan pengurus Batamad itu. Dengan demikian, maka kepengurusan Batamad yang dilantik tersebut tidak sah.
“Kami DAD tidak tahu proses yang dilakukan (seperti apa), jadi kalau sesuai perda, itu tidak sah,” kata Yulindra dengan tegas.
Menurutnya, pembentukan kepengurusan Batamad harus sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2008. Yulindra menjelaskan, perda tersebut mengatur tentang kepengurusan organisasi DAD dan perangkat organisasi DAD, termasuk keberadaan organisasi Batamad sebagai sub-organisasi DAD Kalteng. Salah satu pasal dalam perda tersebut tertera, ketentuan terkait pembentukan Batamad diatur dalam peraturan yang dikeluarkan lembaga adat.
Yulindra juga mengatakan, pihak DAD tidak pernah melarang masyarakat khususnya warga Dayak untuk melakukan kegiatan berorganisasi. Hanya saja kegiatan organisasi harus disesuaikan dengan ketentuan atau aturan hukum yang berlaku.
“Masyarakat adat dayak adalah masyarakat yang taat hukum, baik hukum negara maupun hukum adat,” ucapnya.
Sekum DAD itu menambahkan, DAD Kalteng berencana menggelar pertemuan bertajuk Hasupa Hasundau yang akan dilaksanakan pada Selasa (4/6). Dalam pertemuan itu, DAD akan membahas dan menjelaskan sejumlah hal penting dan strategis terkait kehidupan masyarakat adat Dayak, termasuk soal keberadaan Batamad.
“Hari Selasa nanti kami akan mengadakan pertemuan di Rumah Betang ini,” pungkasnya. (sja/ce/ala)







