Kemudian sekitar pukul 07.30 WIB, salah seorang saudaranya berinisiatif mencari keberadaan keduanya, di rumah mereka yang berada di Desa Tumbang Habangoi RT/RW 001/001 berjarak kurang lebih 500 meter dari rumah orang tua Jono. Sesampainya didepan rumah Jono, saudarannya ini berkali-kali mengetok pintu depan rumah namun tidak dibuka, dan dalam keadaan terkunci. Melihat itu, pintu pun didorong paksa dan didobrak hingga terbuka.
Dari situlah terlihat keduanya sudah tidak berdaya dan terdapat banyak darah dengan posisi Lisna telungkup dan Jono terlentang bersebelahan, serta anak mereka yang berusia dua bulan berada di tengah-tengah.
Selain itu, didekat keduanya ada sebilah senjata tajam jenis mandau dan sebilah senjata tajam jenis tombak. Diduga senjata tersebut digunakan keduanya, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Peristiwa ini langsung dilaporkan ke aparat desa dan Polsek Sanaman Mantikei.
Kapolsek Sanaman Mantikei Iptu Hieronymus Tri Diantoro ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dari informasi yang mereka dapatkan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, bahwa rumah tangga Jono dan Lisna pernah terjadi keributan dan cekcok karena permasalahan ekonomi.
“Diduga sebelumnya sempat terjadi perkelahian antara kedua korban, dengan menggunakan sajam jenis tombak dan mandau. Sehingga mengakibatkan kedua korban mengalami luka kritis dan meninggal dunia. Dalam kejadian ini masing-masing orang tua korban sudah menerima musibah ini dan tidak mau dilanjutkan ke proses hukum dan disertai dengan membuat surat pernyataan. Kemudian surat pernyataan itu, ditanda tangani oleh semua pihak, dan saksi-saksi,” katanya.(eri)







