Buntok, kaltengonline – Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Mirwansyah, menyatakan bahwa penanganan masalah sampah di wilayah Barsel memerlukan koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi dari seluruh pihak terkait. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peluncuran program kolaboratif pengelolaan sampah bertajuk Panca Karya Barasih Sasameh yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Barsel, di Buntok, Rabu (30/10)
“Pendekatan yang akan diterapkan diharapkan benar-benar berdampak nyata dalam mengatasi permasalahan sampah secara efektif dan efi sien,” ungkap Mirwansyah
Ia mendukung penuh program ini, karena kolaborasi inovatif yang diinisiasi oleh DLH Barsel dinilai bisa menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks. Meski demikian, Mirwansyah juga mendorong DLH untuk terus melakukan inovasi dan terobosan yang lebih terukur dalam menghadapi isu sampah
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah saja, namun juga harus melibatkan masyarakat,” tegasnya
Mirwansyah menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan swasta perlu terus didorong, agar setiap pihak merasa memiliki peran dalam mengatasi masalah sampah di daerah
Sementara itu, Kepala DLH Barito Selatan, Bilivson, menjelaskan, program Panca Karya Barasih Sasameh ini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mengelola sampah secara menyeluruh. Dalam program tersebut, pihak DLH akan bekerja sama dengan Rukun Tetangga (RT) percontohan untuk menurunkan volume sampah rumah tangga sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kami akan fokus pada pengurangan sampah di tingkat rumah tangga dengan tetap memperhatikan kearifan lokal yang berlaku di masing-masing RT,” jelas Bilivson. (ner/uni/ko)







