Pemko Kembali Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg

by
Operasi pasar LPG 3 kg di Kelurahan Bukit Tunggal yang di laksanakan pada, Rabu (26/2/2025). Foto Yuel/ kaltengonline

Palangka Raya, kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (DPKUKMP) terus berupaya menjaga ketersediaan dan distribusi LPG subsidi 3 kg, Masyarakat bisa mendapatkan harga gas melon ini sesuai dengan harga sebenarnya, yakni Rp22.000 per tabung.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar operasi pasar LPG 3 kg di beberapa titik, salah satunya di Kelurahan Bukit Tunggal yang di laksanakan pada Rabu, (26/2/2025).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Syamsul Rizal, melalui Pengawas Perdagangan, M. Dayat, menjelaskan bahwa kegiatan operasi pasar ini merupakan hasil koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga.

“Kami mengajukan alokasi LPG subsidi 3 kg untuk operasi pasar ini. Totalnya ada delapan titik lokasi yang kami jangkau dan ini merupakan operasi pasar ke-7 yang dilaksanakan di Kelurahan Bukit Tunggal. Besok akan menjadi titik terakhir di Kecamatan Bukit Batu,” jelas M. Dayat.

Menjelang bulan Ramadan, rencana operasi pasar kembali mengemuka. Dayat menyampaikan bahwa kemungkinan akan ada operasi pasar LPG 3 kg bersamaan dengan operasi pasar sembako. Namun, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari PT Pertamina Patra Niaga.

“Kemungkinan besar ada, tetapi kami masih menunggu kepastian dari PT Pertamina,” ujarnya.

Terkait penyebaran informasi mengenai operasi pasar di area Bukit Tunggal, Ketua LKK Kelurahan Bukit Tunggal, I Wayan Bimo Seni, menyatakan bahwa informasi disampaikan melalui forum RT/RW. “Kami menyebarkan informasi melalui grup WhatsApp RT/RW. Nantinya, RT akan menyampaikan langsung ke warganya,” kata Wayan.

Ia juga menambahkan bahwa warga yang ingin membeli LPG subsidi dalam operasi pasar ini wajib membawa KTP dan KK Bukit Tunggal. “Kami memberlakukan syarat ini karena ada beberapa warga yang ingin membeli lebih dari satu kali,” jelasnya.

Namun, Wayan mengakui bahwa kuota 200 tabung LPG dalam operasi pasar masih jauh dari cukup. Dengan jumlah 113 RT dan lebih dari 56 ribu warga di Kelurahan Bukit Tunggal, distribusi LPG masih menjadi tantangan.

“Paling-paling hanya mencukupi untuk warga yang tinggal di sekitar lokasi operasi pasar. Warga yang jauh mungkin enggan datang karena jarak yang cukup jauh,” ujarnya.

Menjelang Ramadan, permintaan akan LPG diperkirakan meningkat. Oleh karena itu, pihak kelurahan berharap agar kuota LPG dalam operasi pasar bisa ditambah agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya. “Kami berharap ada penambahan kuota LPG subsidi ini karena kebutuhan memasak warga meningkat menjelang Ramadan,” pungkas Wayan.

Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya memastikan distribusi LPG subsidi tetap terjaga. Dengan adanya operasi pasar ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh LPG dengan harga yang wajar serta meminimalisir kelangkaan menjelang bulan suci Ramadan.(wel)