Pemko Palangka Raya Susun RPJMD 2025–2029, Fokus Drainase dan Bantaran Sungai

oleh
PERKUAT SINERGI: Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini membuka Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029, di Ballroom Luwansa Hotel, Rabu (4/6).
PERKUAT SINERGI: Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini membuka Musrenbang RPJMD Tahun 2025-2029, di Ballroom Luwansa Hotel, Rabu (4/6).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD yang digelar di Ballroom Luwansa Hotel, Rabu (4/6).

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan pentingnya sinkronisasi program pemerintah kota dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan.

“Kami harus menselaraskan, mensinkronkan programprogram arah pembangunan yang dicanangkan dari pusat, provinsi, kemudian kami juga sinkronkan dengan yang ada di kota,” katanya saat ditemui media.

Dalam penjelasannya, Zaini menyebutkan ada tiga program super prioritas yang menjadi fokus utama Pemko Palangka Raya selama lima tahun ke depan. Ketiga program itu adalah revitalisasi drainase, pembangunan Pasar Kahayan menjadi pasar modern, dan revitalisasi bantaran Sungai Kahayan.

“Salah satu problematika utama Kota Palangka Raya saat ini adalah masalah drainase, dan ini sudah kami sampaikan juga di tingkat provinsi. Mudahmudahan nanti ada dukungan dari provinsi untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” bebernya

Zaini menjelaskan, RPJMD merupakan dokumen perencanaan yang akan menjadi pedoman pembangunan kota selama lima tahun. Dokumen ini akan diterjemahkan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi rencana strategis yang rinci.

Baca Juga:  Fairid Naparin Ajak Masyarakat Manfaatkan Ramadan untuk Introspeksi Diri

“RPJMD ini adalah dokumen perencanaan yang mengawal kegiatan pemerintah selama lima tahun, jadi tidak boleh lepas dari itu. Kemudian rencana itu dibagi per tahun, jadi kegiatan per tahun ini dalam rangka menyelesaikan program kerja lima tahun,” jelas orang nomor dua di Kota Cantik ini.

Ia juga menegaskan, visi besar pembangunan Palangka Raya harus menjadi acuan utama dalam setiap kebijakan. “Visi kita adalah terwujudnya Kota Palangka Raya yang maju, modern, berkelanjutan, dan semakin keren. Itu bisa terwujud kalau kita bisa melaksanakan RPJMD ini, karena semua masuk dalam perencanaan,” tegasnya.

Lebih lanjut , Zaini menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam penyusunan RPJMD ini, mulai dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Kami memerlukan saran dan masukan dari berbagai sektor. Semua memberikan masukan agar perencanaan ini komprehensif dan visinya bisa terwujud melalui program kegiatan yang memang bisa dilaksanakan, serta disesuaikan dengan kemampuan anggaran Kota Palangka Raya,” tutupnya. (ham/ans/ko)