Perjuangkan Pendidikan Inklusif dan Perlindungan Anak di Kapuas

oleh
BINGKISAN: Wakil Bupati Kapuas menyerahkan bingkisan kepada anakanak saat peringatan hari anak nasional, Kamis (10/7).
BINGKISAN: Wakil Bupati Kapuas menyerahkan bingkisan kepada anakanak saat peringatan hari anak nasional, Kamis (10/7).

KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak,Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kapuas menggelar peringatan hari anak nasional ke 41. Kegiatan tersebut digelar di Sekolah Kebutuhan Khusus Negeri 1 Kuala Kapuas.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kapuas Dodo. Dalam kegiatan tersebut Dodo didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kapuas Dr Usis I Sangkai dan sejumlah kepala perangkat daerah di lingkup Pemkab Kapuas.

Saat menyampaikan sambutan bupati, Dodo menekankan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan bagi anak-anak. “Ini penting agar mereka dapat tumbuh kembang dengan baik dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” tegas Dodo.

Dodo juga menegaskan pentingnya memperjuangkan pendidikan inklusif dan perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyampaikan bahwa anak-anak, termasuk yang berkebutuhan khusus, memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berekspresi.

“Ketika kita memastikan tidak ada satu pun anak tertinggal, kita sedang membangun fondasi kokoh untuk mewujudkan Indonesia Emas,” ucap Dodo.

Baca Juga:  Trabas, Bupati Kapuas Tinjau Jalan Baru dan Kebun Jagung di Selat–Kapuas Hilir

Peringatan HAN tahun ini mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat – Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan sub tema; “Pendidikan Inklusif untuk Semua: Tidak Ada Anak Tertinggal.” “Pemkab Kapuas akan terus memastikan layanan pendidikan dan perlindungan anak menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan visi Kapuas BERSINAR,” tegas dia.

Peringatan HAN tahun ini mengusung tema nasional “Anak Hebat, Indonesia Kuat – Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan sub tema; “Pendidikan Inklusif untuk Semua: Tidak Ada Anak Tertinggal.” “Pemkab Kapuas akan terus memastikan layanan pendidikan dan perlindungan anak menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan visi Kapuas BERSINAR,” tegas dia.

“Anak-anak kita masih mengalami kekerasan, pelecehan, hingga pernikahan dini. Karena itu kita semua yang tergabung dalam Gugus Tugas KLA harus terus memperkuat perlindungan terhadap mereka,” ujarnya. (hmskmf/art/ko)