Dewan Protes Pemangkasan Anggaran Jalan Hayaping–Patung di Bartim

oleh
Ampera AY Mebas
Ampera AY Mebas

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas menyoroti pemangkasan anggaran pembangunan jalan provinsi di ruas Hayaping – Patung, Kabupaten Barito Timur (Bartim). Ia menilai keputusan tersebut tidak tepat karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat dan menjadi tanggung jawab provinsi.

Ampera menjelaskan, sejak awal pembahasan anggaran pembangunan ruas Bentot – Hayaping dan Hayaping – Patung sudah disiapkan cukup besar. Dari Bentot ke Hayaping Rp30 miliar, sedangkan dari Hayaping ke Patung Rp35 miliar.

“Karena alasan efisiensi, akhirnya dipotong menjadi Rp20 miliar. Lalu addendum lagi, padahal ini jelas-jelas jalan provinsi bukan jalan kabupaten. Nah di sinilah masalahnya,” tegas Ampera, Senin (25/8).

Baca Juga:  DPRD Kalteng Apresiasi Penetapan 129 Blok WPR

Ampera menilai pembangunan jalan provinsi seharusnya menjadi prioritas pemerintah. Jalan Hayaping – Patung sangat vital untuk menunjang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Jika anggaran terus dipangkas maka kualitas pembangunan tidak akan maksimal.

Ampera juga menegaskan, pemerintah provinsi harus lebih adil dalam mengalokasikan anggaran, terutama bagi daerah yang menjadi penyumbang besar bagi pendapatan daerah. Ia mencontohkan wilayah Barito yang menyumbang royalti batubara hingga Rp1,5 triliun, namun masih minim mendapatkan perhatian.

“Jangan sampai masyarakat di wilayah penyumbang besar justru dianaktirikan. Pembangunan jalan Hayaping – Patung ini harus jadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (*afa/ans/ko)