BBM Langka di Pangkalan Bun, Antrean Mengular hingga ke Jalan Raya

oleh
oleh
Antrean panjang kendaraan kembali menghiasi sejumlah SPBU di Kota Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN,kaltengonline.com — Antrean panjang kendaraan kembali menghiasi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sejak awal pekan ini. Baik pengendara roda dua maupun roda empat tampak sabar menunggu giliran, sebagian bahkan rela antre berjam-jam di bawah terik matahari hanya demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di SPBU Jalan Diponegoro, Bundaran Tudung Saji, dan Paku Negara. Sementara SPBU di Jalan Iskandar kerap tutup tanpa penjelasan pasti. Kondisi ini membuat warga bertanya-tanya. “Biasanya isi Pertamax cepat, sekarang malah kosong. Heran, apa ada masalah pasokan?” ujar Junaidi, warga setempat, Selasa (7/10/2025).

Menanggapi keluhan warga, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat memastikan telah berkoordinasi dengan Pertamina. Asisten II Setda Kobar, Hasan Basri, mengatakan kendala distribusi sempat terjadi, namun pasokan baru telah tiba di Pertamina Kumai dan diharapkan segera menormalkan situasi. “Kami pantau langsung di lapangan. Distribusi sudah kembali berjalan, tinggal menunggu sebaran ke SPBU,” ujarnya.

Baca Juga:  Buang Sampah Sembarangan di Pangkalan Bun Terancam Denda Rp 50 Juta

Sales Branch Manager Kalimantan Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Joseph Farel, membenarkan bahwa keterlambatan distribusi disebabkan cuaca buruk di perairan Kotabaru dan Banjarmasin. “Kapal pengangkut seharusnya tiba 4 Oktober, tapi tertunda karena ombak tinggi,” jelasnya. Pertamina memastikan tidak ada pengurangan kuota, hanya keterlambatan jadwal pengiriman.

Selain faktor cuaca, Farel menyebut lonjakan konsumsi selama perayaan HUT ke-66 Kabupaten Kotawaringin Barat dan gelaran Kobar Expo 2025 menjadi pemicu tambahan. “Konsumsi harian yang biasanya 150 kiloliter melonjak jadi sekitar 200 kiloliter,” ungkapnya. Kapal pengangkut 1.500 kiloliter Pertamax telah tiba di Fuel Terminal Pangkalan Bun, disusul kapal kedua yang membawa 2.000 kiloliter Pertalite.

Pertamina dan Pemkab Kobar pun meminta masyarakat tidak panik dan menghindari pembelian berlebih. “Stok aman, hanya terhambat distribusi. Dalam dua hari ke depan situasi di SPBU akan kembali normal,” tutup Farel.(bob)