DPRD Apresiasi Pemko Palangka Raya Kembangkan SDM Bidang Furnitur

oleh
oleh
Hasan Busyairi
Hasan Busyairi

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Langkah Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang kembali menyalurkan program beasiswa tahap II bagi enam mahasiswa menuju Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal, Jawa Tengah, mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi menilai program tersebut sebagai bentuk investasi cerdas dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor yang selaras dengan potensi daerah.

“Program ini sangat bagus karena menyentuh sektor yang relevan dengan kekayaan Palangka Raya. Kita punya hasil hutan kayu dan masyarakat yang kreatif. Tinggal bagaimana pemerintah menjaga kesinambungannya dan menambah kuotanya di masa depan,” ujar Hasan, Rabu (15/10).

Menurutnya, pengembangan SDM di bidang industri furnitur tidak hanya penting untuk mendukung potensi alam yang dimiliki, tetapi juga dapat menjadi jalan keluar dalam memperluas lapangan kerja dan menekan ketergantungan ekonomi pada sektor konvensional.

Baca Juga:  DPRD Kota Palangka Raya Dukung Pembatasan THM dan Penjualan Miras Selama Ramadan

“Ketika mereka yang mendapat beasiswa nanti kembali dan membuka usaha furnitur, dampaknya akan besar. Akan muncul lapangan kerja baru, dan ekonomi kreatif lokal bisa tumbuh,” jelasnya.

Namun Hasan mengingatkan, keberhasilan program ini tidak boleh berhenti di tahap pengiriman mahasiswa saja. Pemerintah, katanya, juga perlu memastikan adanya wadah bagi para lulusan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke daerah.

“Jangan sampai mereka pulang tapi bingung mau bekerja di mana. Harus ada langkah lanjutan, misalnya lewat program inkubasi usaha, kemitraan dengan pelaku industri, atau bantuan alat produksi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasan mendorong agar Pemko bersama DPRD dapat menyiapkan tambahan anggaran guna memperluas jumlah penerima beasiswa di tahun-tahun berikutnya.

“Kalau kita ingin industri furnitur lokal benar-benar tumbuh dan mandiri, maka perlu lebih banyak tenaga terampil yang dilahirkan dari program seperti ini,” tutupnya. (ham/ans/ko)