Instruksi Tegas Bupati: Drainase di Jalan Diponegoro Harus Dibuka.

oleh
oleh
drainase tersumbat di Jalan Diponegoro, Kotawaringin Barat

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com — Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah mengeluarkan instruksi tegas kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setelah menerima laporan terkait drainase tersumbat di Jalan Diponegoro, tepat di samping Polres Kobar. Ia menekankan bahwa persoalan genangan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terutama menjelang puncak musim penghujan.

Menindaklanjuti arahan tersebut, PUPR melalui Bidang Bina Marga langsung menurunkan tim lapangan untuk memastikan saluran air kembali berfungsi optimal. Kepala Bidang Bina Marga, Suradi, mengatakan tim Satgas diminta bergerak cepat karena kondisi drainase di lokasi tersebut sudah masuk kategori prioritas. “Perintah Ibu Bupati jelas: buka sumbatan, bersihkan sedimentasi, dan pastikan aliran air kembali normal,” ujarnya.

Pada Selasa (18/11), petugas mulai melakukan pengerukan sedimen yang mengendap cukup tebal di dasar saluran. Pembersihan dilakukan secara manual agar tidak mengganggu arus lalu lintas yang padat. Beberapa bagian drainase ditemukan hampir tertutup total oleh lumpur dan tumpukan sampah yang telah lama mengendap.

Baca Juga:  Harumkan Nama Polri dan Daerah, Personel Polsek Arut Selatan Juara Nasional Karate 2026

Suradi menjelaskan, selain pendangkalan, penyebab utama tersumbatnya drainase adalah sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke parit. Kondisi tersebut memperparah genangan setiap kali hujan deras. “Pembersihan bisa kami lakukan, tapi kalau perilaku masyarakat tidak berubah, masalah ini akan terus berulang,” tegasnya.

Pemerintah daerah juga telah mengidentifikasi titik rawan lain yang membutuhkan penanganan serupa, salah satunya di Jalan Cilik Riwut 2 yang dilaporkan warga kerap tergenang. Normalisasi bertahap akan dilakukan agar seluruh jalur penting di kawasan perkotaan tetap aman saat curah hujan meningkat.

Bupati Nurhidayah berharap langkah cepat PUPR dapat mengurangi risiko banjir lokal yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penataan drainase harus menjadi perhatian rutin, bukan hanya saat masalah muncul. Kolaborasi pemerintah dan kesadaran warga dinilai menjadi kunci agar sistem drainase di Kobar berfungsi maksimal sepanjang tahun.(bob)