Pemkab Barito Utara Perkuat Peran Nakes untuk Tekan Angka Stunting

oleh
oleh
HADIR: Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, H. Ardian, menghadiri Pelatihan Aksi Cegah Stunting di Aula Balai Antang, Muara Teweh, Senin (14/10).
HADIR: Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, H. Ardian, menghadiri Pelatihan Aksi Cegah Stunting di Aula Balai Antang, Muara Teweh, Senin (14/10).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Aksi Cegah Stunting yang melibatkan para tenaga kesehatan (nakes) se-Barito Utara, bulan lalu.

Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Drs. H. Ardian, M.Pd., menyampaikan bahwa stunting bukan sekadar masalah gizi, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga menghambat kemampuan kognitif dan intelektual anak, yang pada akhirnya menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ardian menegaskan, kunci keberhasilan penanganan stunting terletak pada deteksi dini dan intervensi yang tepat. Melalui intervensi yang komprehensif, baik spesifik maupun sensitif, serta dilakukan secara kolaboratif lintas sektor, ia optimistis kasus stunting di Barito Utara dapat ditekan secara signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Ardian juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Barito Utara yang menekankan pentingnya kolaborasi dan langkah konkret dalam 100 hari kerja ke depan. “Bapak Bupati mengajak kita semua bergandengan tangan dan memaksimalkan program prioritas dalam 100 hari ke depan,” ujar Ardian, mengutip pesan Bupati.

Baca Juga:  Pemkab Barito Utara Perkuat Karakter dan Spiritualitas ASN Kelola APBD 2026

Ia menegaskan bahwa ajakan tersebut bukan sekadar imbauan, tetapi instruksi kerja yang menuntut sinergi tinggi antar perangkat daerah, puskesmas, serta pihak terkait lainnya.

Periode 100 hari ini diharapkan menjadi momentum akselerasi, di mana berbagai inisiatif pencegahan stunting—mulai dari pendampingan ibu hamil dan balita, hingga pemantauan gizi di posyandu—dapat diimplementasikan secara lebih terpadu dan efektif.

“Bekerjalah tanpa ego sektoral. Kita harus memperkuat koordinasi lintas sektor agar upaya penurunan angka stunting benar-benar menghasilkan generasi Barito Utara yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya. (ren/ko)