PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Okki Maulana Razak mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) agar memperkuat strategi pembangunan berbasis industri hilirisasi. Ia menilai, Kalteng tidak seharusnya terus bergantung pada pola pengiriman bahan mentah ke luar daerah karena hal tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi daerah tidak maksimal.
“Kalau kita hanya berbicara soal hilirisasi industri-industri tangible saja, seperti pabrik CPO dan lainnya, itu pun memang bagian dari hilirisasi,” ujar Okki, Senin (9/12).
Namun ia menekankan, industri semacam itu umumnya hanya menyerap tenaga kerja pada level operator. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena peluang kerja bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan tinggi masih terbatas. Oleh karena itu, Pemprov Kalteng diminta menyusun strategi hilirisasi yang lebih komprehensif.
“Harapan kita, kawan-kawan yang memiliki latar belakang pendidikan cukup tinggi itu juga bisa mendapatkan kesempatan kerja yang sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan industri di daerah harus mampu menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan. Lebih lanjut, Okki berharap konsep hilirisasi di Kalimantan Tengah dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Intinya, dari yang latar belakang pendidikan rendah sampai yang tinggi itu memiliki kesempatan pekerjaan yang sama. Harapannya seperti itu,” pungkasnya. (*afa/ans/ko)







