Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Warga Pangkalan Bun diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya minyak diduga pertalite palsu yang merugikan pedagang. Kasus ini dialami Toko Abimanyu yang berada di Simpang L Plingkau, tepatnya di depan Dealer Isuzu, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (14/12).
Peristiwa tersebut terjadi ketika pemilik toko membeli pertalite dari orang tidak dikenal yang datang menawarkan minyak dalam jumlah besar. Tanpa menaruh curiga, pihak toko akhirnya membeli seluruh barang yang ditawarkan karena harganya dinilai masih wajar untuk ukuran penjualan eceran.
“Mereka menjual dengan harga Rp200 ribu per galon. Ditawarkan empat galon, jadi kami beli semua. Total uang yang kami keluarkan Rp800 ribu,” ujar Sanpao, warga yang dekat dengan Toko Abimanyu, saat dikonfirmasi.
Namun setelah digunakan, minyak tersebut diduga tidak sesuai dengan standar pertalite. Kondisi ini menimbulkan kerugian dan kekecewaan, terlebih minyak tersebut sudah terlanjur dibeli dalam jumlah cukup banyak. Pihak toko mengaku tidak sempat mendokumentasikan penjual karena transaksi berlangsung singkat.
Sanpao menjelaskan, yang berhadapan langsung dengan penjual adalah ibunya yang sehari-hari melayani penjualan bensin, sementara dirinya berada di bengkel motor. Ia sengaja membagikan kejadian ini ke publik sebagai bentuk peringatan.
“Kami anggap ini sebagai pelajaran. Saya sengaja posting supaya yang lain bisa lebih berhati-hati,” katanya.
Atas kejadian tersebut, warga dan pedagang BBM eceran di Pangkalan Bun diimbau agar lebih selektif dan tidak mudah tergiur penawaran harga murah dari pihak yang tidak jelas identitas maupun asal-usul barangnya. Jika menemukan indikasi serupa, masyarakat diharapkan segera melapor ke pihak berwenang guna mencegah kerugian yang lebih luas.(bob)







