Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai rawit di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melonjak tajam hingga menembus Rp130 ribu per kilogram. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kobar karena berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah menyoroti tingginya selisih harga cabai antara tingkat petani dan pasar. Berdasarkan hasil peninjauan langsung, harga jual cabai di tingkat petani hanya berkisar Rp60 ribu per kilogram, sementara di pasar dijual hingga Rp130 ribu.
“Kami sempat datang ke petani dan menanyakan harga jual. Ternyata di petani hanya Rp60 ribu, tapi setelah dicek di pasar harganya bisa sampai Rp130 ribu. Ini tidak wajar,” tegas Bupati Nurhidayah.
Menurutnya, petani cabai tidak boleh dirugikan oleh permainan tengkulak. Ia meminta petani lebih berani dan tidak mudah dibohongi, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mengawasi rantai distribusi agar harga tetap adil bagi semua pihak.
Bupati Nurhidayah juga mengajak masyarakat untuk mulai menanam cabai sebagai upaya jangka menengah menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Ia mempersilakan warga yang berminat untuk datang langsung ke Dinas Pertanian Kobar guna mendapatkan pendampingan.
“Saya sudah perintahkan Ibu Kepala Dinas Pertanian, siapa saja warga yang mau menanam cabai silakan datang ke dinas. Pemerintah siap mendukung,” ujarnya saat menggelar pasar murah di Rumah Jabatan Bupati Kobar, Senin (22/12). (ko)







