PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Berangkat dari semangat Huma Betang, Pemprov Kalteng menghadirkan angkutan bus gratis Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sebuah kebijakan yang dirancang untuk menjaga keselamatan, mempererat kebersamaan, dan memastikan mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan terjangkau pada periode libur akhir tahun.
Langkah tersebut ditandai dengan pelepasan angkutan bus gratis Nataru 2025–2026 oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran di Pos Terpadu Polda Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (22/12). Program ini sekaligus mencerminkan arah kebijakan pelayanan publik Pemerintah Provinsi Kalteng yang semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
Gubernur melepas keberangkatan armada bus bersama Kapolda Kalteng, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda), Pangdam XII/Tambun Bungai, serta Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalteng Muhammad Syauqie, sebagai simbol kuat sinergi lintas sektor dalam pengamanan dan pelayanan Nataru.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, melaporkan bahwa angkutan bus gratis Nataru 2025–2026 merupakan program kolaborasi terpadu yang secara khusus diselenggarakan pada periode Natal dan Tahun Baru.
“Selama ini pemerintah daerah secara rutin melaksanakan angkutan mudik gratis pada Hari Raya Idulfitri. Tahun ini, kami memperluas layanan tersebut ke masa Natal dan Tahun Baru sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini diharapkan menjadi model pelayanan transportasi publik yang berkelanjutan dan dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat Kalteng.
Pada tahap awal pelaksanaan, Dishub Kalteng mengerahkan sembilan unit bus dengan total kapasitas 323 penumpang, melayani tiga rute utama yang selama ini menjadi jalur pergerakan masyarakat saat libur akhir tahun, yakni Palangka Raya – Pangkalan Bun, sebanyak 5 unit bus dengan kapasitas 174 penumpang, lalu Palangka Raya – Sampit, sebanyak 1 unit bus dengan kapasitas 35 penumpang dan Palangka Raya – Banjarmasin, sebanyak 3 unit bus dengan kapasitas 114 penumpang.
Pelayanan ini dipusatkan di Pos Terpadu Polda Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, guna memastikan aspek keselamatan, kelayakan kendaraan, serta pengawasan terpadu selama masa operasi Nataru.
Yulindra Dedy menekankan bahwa penyelenggaraan angkutan bus gratis ini tidak semata bersifat teknis, melainkan sarat dengan nilai sosial dan budaya.
“Program ini merupakan implementasi nyata nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam filosofi Huma Betang, yang terus menjadi landasan kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Gubernur H. Agustiar Sabran menegaskan bahwa tradisi mudik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ia mengakui tantangan mudik setiap tahun semakin kompleks, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga meningkatnya risiko kecelakaan dan beban ekonomi masyarakat.
“Melalui angkutan bus gratis ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, selamat, dan nyaman, tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi,” tegas Gubernur.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam program ini menjadi fondasi penting bagi penguatan sistem transportasi publik Kalteng ke depan.
Menghadapi akhir tahun 2025, Gubernur juga menyoroti potensi cuaca ekstrem di Bumi Tambun Bungai yang ditandai curah hujan tinggi, angin kencang, serta potensi bencana alam.
Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan keselamatan perjalanan masyarakat, sembari mengimbau warga agar rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Kalteng.
“Sampaikan salam hangat kami kepada keluarga di rumah. Semoga perjalanan berjalan lancar dan selamat sampai tujuan,” pesannya. (ovi/ala/ko)







