Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mematangkan persiapan dengan menerapkan sistem penjaringan atlet berbasis data. Pendataan prestasi atlet dilakukan sejak tahun 2018 sebagai dasar pembinaan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Wakil Ketua I IPSI Kobar, Abdul Rohman, yang juga anggota DPRD Kotawaringin Barat, mengatakan bahwa langkah ini diambil agar proses seleksi atlet lebih terukur dan objektif. Hal tersebut disampaikannya pada Rabu (24/12). Menurutnya, data prestasi menjadi acuan penting untuk melihat konsistensi dan potensi atlet dalam jangka panjang.
Rohman menjelaskan, sistem berbasis data ini dinilai lebih efektif, terutama dari sisi efisiensi anggaran. Dengan memiliki database atlet yang jelas, IPSI Kobar dapat menghindari seleksi berulang yang membutuhkan biaya besar, sehingga anggaran pembinaan bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Dengan pola ini, kami bisa lebih fokus saat pelaksanaan Training Center (TC). Atlet yang masuk TC adalah mereka yang sudah teruji melalui data dan catatan prestasi,” ujar Rohman. Ia menambahkan, metode tersebut mengadopsi pola pembinaan yang selama ini diterapkan oleh Tim Nasional dalam mempersiapkan atlet menuju kejuaraan besar.
Lebih lanjut, Rohman menyebutkan bahwa langkah yang dilakukan IPSI Kobar ini kemungkinan menjadi yang pertama diterapkan di Kalimantan Tengah. Ia berharap, pendekatan berbasis data ini dapat menjadi contoh bagi cabang olahraga lain dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan profesional.
Dengan status Kotawaringin Barat sebagai tuan rumah Porprov 2026, IPSI Kobar menargetkan prestasi tertinggi dengan membidik gelar juara umum. Rohman optimistis, melalui persiapan sejak dini, pembinaan yang terarah, serta dukungan semua pihak, pencak silat Kobar mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah di ajang Porprov mendatang.(bob)







