Pangkalan Bun — Kemunculan seekor beruang madu berukuran besar di kawasan permukiman warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), memicu keresahan serius di tengah masyarakat. Satwa liar tersebut dilaporkan berulang kali memasuki kampung dan kebun warga dalam beberapa waktu terakhir, Jumat (2/1).
Beruang madu itu diduga keluar dari kawasan hutan kecil di belakang permukiman akibat kesulitan mencari pakan di habitat alaminya. Kondisi ini membuat satwa dilindungi tersebut nekat mendekati rumah warga, bahkan terekam mengambil kelapa dan buah-buahan dari kebun masyarakat.
Meski belum menimbulkan korban, keberadaan beruang liar di tengah permukiman menjadi ancaman tersendiri, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar rumah tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Salah seorang warga RT 22 RW 1, Mahdi, mengungkapkan bahwa kemunculan beruang madu bukan kali pertama terjadi. Intensitasnya bahkan semakin sering dalam beberapa pekan terakhir.
“Beruang itu sudah beberapa kali terlihat. Tadi siang sempat masuk kebun dan mengambil kelapa di belakang rumah. Selama ini tidak pernah menyerang, tetapi kami tetap waswas, apalagi banyak anak-anak di sini,” kata Mahdi.
Ia menuturkan, wilayah belakang kampung merupakan kawasan hutan yang terhubung hingga ke desa tetangga. Jalur tersebut diduga menjadi akses keluar masuk beruang menuju permukiman warga.
Setiap kali kehadirannya diketahui warga, beruang tersebut langsung melarikan diri dan kembali menghilang ke dalam hutan. Namun pola kemunculan yang berulang membuat kekhawatiran warga semakin meningkat.
Warga pun berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera melakukan penanganan sebelum situasi berubah menjadi insiden yang membahayakan.
“Kalau bisa segera dilakukan rescue. Sekarang mungkin sudah kembali ke hutan, tapi kami takut kalau muncul lagi. Kalau cepat diamankan, warga bisa lebih tenang,” ujarnya.
Masyarakat setempat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di sekitar kawasan hutan, sambil menunggu langkah penanganan dari pihak berwenang.(bob)







