Nurhidayah: 2026 Saatnya Berbenah, Suara Warga Jadi Kompas Pembangunan

oleh
oleh
Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah menegaskan bahwa tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum perbaikan menyeluruh di berbagai aspek pembangunan daerah. Dengan nada bijak dan keibuan, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah, khususnya di tingkat desa dan kecamatan, untuk lebih peka dan aktif menyerap aspirasi masyarakat sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Menurut Nurhidayah, suara warga adalah sumber informasi paling jujur tentang kondisi riil di lapangan. Ia meminta para kepala desa (kades) tidak ragu membuka ruang dialog dengan masyarakat, terutama terkait keluhan infrastruktur, pelayanan publik, hingga persoalan sosial yang kerap luput dari perhatian pemerintah daerah.

“Kami ingin mendengar langsung dari bawah. Selama ini yang menjadi sorotan pemerintah daerah belum tentu sepenuhnya mencerminkan kebutuhan masyarakat. Justru dari masyarakatlah kita benar-benar tahu apa yang harus dibenahi,” ujar Nurhidayah dengan penuh keteduhan.

Baca Juga:  Ketua KONI Kobar Turun Langsung Pantau Seleksi Sepak Bola

Ia mengakui, tanpa masukan dari warga, pemerintah tidak akan mampu bekerja secara optimal. Karena itu, setiap keluhan yang disampaikan masyarakat dipastikan akan menjadi bahan evaluasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan.

“Saya justru senang jika ada masyarakat yang menyampaikan keluhannya. Itu tanda kepedulian. Dan pasti akan kami tindak lanjuti, karena tanpa masyarakat, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Bupati perempuan pertama di Kobar itu pun berharap pemerintah desa hingga kecamatan tidak hanya menunggu laporan, melainkan aktif turun ke lapangan, mendengar, dan menjadi jembatan antara warga dan pemerintah daerah. Dengan cara itulah, Nurhidayah optimistis pembangunan Kobar pada 2026 akan lebih tepat sasaran, inklusif, dan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.(bob)