Diserang Beruang di Kebun Sawit, Warga Pangkalan Banteng Alami Luka Parah

oleh
oleh
Korban saat dirawat di Rumah Sakit.

Pangkalan Bun, kaltengonline.com — Seorang warga Dusun Semanggang, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, nyaris kehilangan nyawa setelah diserang seekor beruang liar saat beraktivitas di kebun kelapa sawit miliknya, Selasa (6/1/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung secara tiba-tiba. Korban yang diketahui bernama Nuriapul Hutabarat saat itu tengah memungut brondolan sawit di kebun. Tanpa disadari, seekor beruang menyerang dari arah belakang ketika korban berada dalam posisi jongkok.

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Semanggang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kepala Desa Pangkalan Banteng, Rimadhan, mengatakan korban mengalami luka cukup serius, terutama di bagian kepala dan wajah. Luka tersebut diduga kuat akibat cakaran hewan buas. “Korban diserang dari belakang saat sedang mengambil brondolan sawit. Lukanya cukup parah,” ujar Rimadhan saat dikonfirmasi.

Menurut dia, kejadian ini langsung dilaporkan kepada pemerintah kecamatan dan diteruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangkalan Bun. Koordinasi dilakukan untuk menelusuri keberadaan beruang yang diduga masih berada di sekitar kawasan kebun dan permukiman warga.

Baca Juga:  Ketika Anak Trans Silaturahmi di Bumi Tambun Bungai

“Warga sangat resah. Kami berharap BKSDA dapat segera menangkap atau mengamankan beruang tersebut, karena Dusun Semanggang merupakan kawasan perkebunan yang setiap hari dipenuhi aktivitas petani sawit,” kata Rimadhan.

Hingga berita ini diturunkan, jenis beruang yang menyerang korban belum dapat dipastikan. Namun, lokasi kebun yang tidak jauh dari permukiman warga memicu kekhawatiran akan potensi serangan susulan.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya para petani dan pekerja kebun di wilayah Pangkalan Banteng, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap satwa liar yang diduga keluar dari habitat alaminya. Warga berharap ada langkah cepat dan terukur dari pihak berwenang guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala BKSDA Pangkalan Bun, Dendi Sutiadi, menyampaikan bahwa timnya telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penelusuran dan penanganan lebih lanjut terkait keberadaan satwa liar tersebut.(bob)