Teror Buaya di Kumpai Batu Bawah. Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Satwa Liar

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com— Warga Kumpai Batu Bawah, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), kembali dibuat waswas. Seekor buaya kembali menampakkan diri di kawasan permukiman, Senin (5/1) sore, tepat di lokasi yang sebelumnya juga pernah dilakukan evakuasi satwa serupa.

Kehadiran reptil buas tersebut segera dilaporkan warga kepada pihak terkait. Kekhawatiran pun mencuat mengingat buaya berada di area yang berdekatan dengan aktivitas masyarakat. Menyikapi laporan itu, komunitas reptil bersama relawan penyelamatan satwa langsung berkoordinasi untuk melakukan penanganan cepat.

Tak berselang lama, tim gabungan bergerak menuju lokasi. Evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari satu personel KKP, tiga anggota Komunitas Reptil Kumai, lima personel Balakar Manggala Yudha, hingga dua petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Setibanya di lokasi, tim memastikan buaya masih berada di area yang dilaporkan warga. Proses penangkapan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Petugas harus berjibaku di lapangan sambil memastikan keselamatan masyarakat sekitar tetap terjaga. Setelah sekitar satu jam upaya dilakukan, buaya akhirnya berhasil diamankan.

Baca Juga:  Patah Hati Ditinggal Nikah, Seorang Pria Bugil di Bundaran

Usai penangkapan, tim kembali melakukan koordinasi lanjutan untuk menyiapkan proses pemindahan. Armada dari Mako Damkar dikerahkan guna membawa buaya tersebut keluar dari kawasan permukiman yang rawan konflik antara manusia dan satwa liar.

Selanjutnya, buaya tersebut dilepasliarkan ke habitat yang lebih aman di kawasan Suaka Margasatwa Lamandau. Langkah ini diambil agar satwa dapat kembali hidup di lingkungan alaminya sekaligus mencegah potensi ancaman bagi warga.

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kobar, Dwi Agus Suhartono, mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam evakuasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam penanganan satwa liar.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, namun kelestarian satwa juga harus tetap dijaga. Kami mengapresiasi kerja cepat dan koordinasi solid seluruh pihak,” ujar Dwi Agus.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak bertindak sendiri apabila kembali melihat satwa liar berbahaya di sekitar permukiman, serta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.(bob)