Pangkalan Bun, kaltengonline.com — Ancaman penyakit dengue masih membayangi masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar). Sepanjang tahun 2025, RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun mencatat delapan pasien meninggal dunia akibat dengue, baik dengue fever (DF) maupun demam berdarah dengue (DHF), dengan kondisi disertai penyakit penyerta.
Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Sultan Imanuddin, Hardino, menjelaskan bahwa kasus dengue fever pada 2025 tercatat sebanyak 81 pasien. Dari jumlah tersebut, empat pasien menjalani perawatan rawat jalan, sementara 77 lainnya harus mendapatkan perawatan inap. Dua pasien dalam kelompok ini dilaporkan meninggal dunia karena komplikasi dengan penyakit lain.
Sementara itu, kasus demam berdarah dengue (DHF) juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Sepanjang 2025, RSUD Sultan Imanuddin menangani 83 pasien DHF, terdiri atas empat pasien rawat jalan dan 79 pasien rawat inap. Enam pasien di antaranya dinyatakan meninggal dunia, seluruhnya dengan kondisi penyakit penyerta.
Memasuki awal tahun 2026, tren kasus dengue mulai menunjukkan penurunan. Hingga awal Januari 2026, RSUD Sultan Imanuddin baru mencatat satu pasien dengue fever yang menjalani perawatan inap. Untuk kasus DHF, hingga periode yang sama belum ditemukan pasien yang harus dirawat.
Hardino menambahkan, delapan pasien yang meninggal dunia tersebut tidak seluruhnya berasal dari wilayah Kotawaringin Barat. Sebagian merupakan pasien rujukan dari luar daerah yang datang ke rumah sakit dalam kondisi kesehatan yang sudah cukup berat.
Pihak RSUD Sultan Imanuddin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran dengue, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Deteksi dini dan penanganan cepat disebut menjadi langkah penting untuk mencegah kasus dengue berkembang menjadi kondisi yang lebih fatal.(bob)







