Beruang Madu Masih Berkeliaran di Semanggang, Aparat Intensifkan Pencarian

oleh
oleh
Ilustrasi

Beruang Madu Masih Berkeliaran di Semanggang, Aparat Intensifkan Pencarian

Pangkalan Bun — Keberadaan beruang madu yang sebelumnya menyerang warga di Dusun Semanggang, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, hingga kini belum berhasil ditangkap. Pada Senin (12/1/2026) siang, satwa liar tersebut kembali terlihat di sekitar permukiman, membuat warga semakin resah.

Beruang berukuran besar itu diduga kuat merupakan satwa yang menyerang Nuriapul Hutabarat (62) di kebun sawit RT 08 RW 02 beberapa hari lalu. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Untuk mengantisipasi ancaman lanjutan, Wildlife Rescue Unit (WRU) SKW II Pangkalan Bun bersama BKSDA Kalimantan Tengah dan Polsek Pangkalan Banteng terus mengintensifkan pencarian. Sejumlah titik di sekitar permukiman dan kebun warga disisir, termasuk pemasangan jerat di jalur yang diduga dilintasi beruang.

Baca Juga:  Munas IX RAPI 2026 Resmi Dibuka di Kobar, Perkuat Soliditas dan Sinergi dengan Pemerintah

Kepanikan warga kembali terjadi saat beruang muncul di kawasan Simpang Aspek, di belakang rumah warga, dan terlihat mengelupas batang pohon kelapa. Satwa tersebut kemudian berlari ke arah belakang Puskesmas Semanggang, sehingga warga berhamburan menyelamatkan diri.

Sugiyanto, warga yang tinggal di sekitar Puskesmas Semanggang, mengatakan aktivitas masyarakat kini terganggu. Sejak insiden penyerangan, warga enggan ke kebun dan lebih memilih meningkatkan kewaspadaan, termasuk mengantar anak-anak ke sekolah. “Kami takut terjadi serangan lagi. Semua serba was-was,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi korban dilaporkan mulai membaik. Wakil Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Hardino, menjelaskan bahwa Nuriapul Hutabarat telah dipindahkan dari ruang ICU ke ruang perawatan biasa. Meski demikian, dokter menyarankan rujukan lanjutan untuk perbaikan struktur wajah, namun keputusan masih menunggu pertimbangan keluarga.(bob)