SAMPIT, Kaltengonline.com– Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor mendorong agar pelaksanaan expo daerah pada tahun-tahun mendatang melibatkan lebih banyak perusahaan yang beroperasi di wilayah Kotim. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha sangat strategis karena perusahaan memiliki peran penting dalam membina masyarakat, khususnya koperasi dan badan usaha milik desa (BUMDes).
Halikinnor menilai, selama ini sejumlah perusahaan di Kotim aktif menjalankan program pembinaan terhadap kelompok usaha masyarakat, baik melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun kemitraan ekonomi produktif. Namun, hasil pembinaan tersebut belum seluruhnya terekspos kepada publik.
“Ke depan, saya berharap lebih banyak perusahaan di Kotim ikut ambil bagian dalam expo daerah. Mereka memiliki binaan yang potensial dan layak ditampilkan,” ujar Halikinnor, Senin (12/1).
Ia menegaskan, berbagai prestasi dan produk hasil binaan perusahaan seharusnya dapat dipamerkan dalam ajang expo agar diketahui masyarakat secara luas. Dengan begitu, capaian yang selama ini hanya dinikmati di lingkup terbatas bisa mendapat pengakuan yang lebih besar.
“Koperasi Merah Putih ini peluang besar. Kalau ditampilkan di expo, masyarakat akan lebih mengenal dan ke depan koperasi ini bisa tumbuh lebih kuat,” ucapnya. Selain koperasi, Bupati juga berharap keterlibatan BUMDes dapat lebih dimaksimalkan. Ia menilai banyak BUMDes di Kotim yang telah menghasilkan produk dan inovasi, namun belum dikenal luas karena keterbatasan akses promosi.
“BUMDes juga harus kita dorong untuk tampil. Banyak karya yang bagus, tapi belum diketahui masyarakat. Expo harus menjadi etalase bersama seluruh potensi daerah,” tegasnya.
Menurut Halikinnor, sinergi antara perusahaan, koperasi, BUMDes, dan pelaku UMKM dalam expo daerah tidak hanya berdampak pada promosi produk, tetapi juga memperkuat kolaborasi usaha, menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar expo tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi wadah strategis yang memberi manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi Kotim.
“Jika semua pihak terlibat, mulai dari perusahaan, binaan, koperasi hingga BUMDes, expo akan menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kotim secara menyeluruh,” pungkasnya. (bah/ans/ko)







